InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Perkebunan kelapa sawit di dua negara bagian Malaysia mengalami serangan hama yang berpotensi mengancam produksi, di tengah upaya pemulihan pasca banjir yang sempat mengganggu sektor tersebut.
Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Johari Abdul Ghani, dalam pernyataan di parlemen pada Rabu (6/3/2025), mengungkapkan bahwa serangan hama pemakan daun, khususnya ulat kantung (bagworm), telah dilaporkan di beberapa wilayah Semenanjung Malaysia, terutama di Johor dan Perak.
“Dilaporkan ada infeksi baru di beberapa daerah di Perak, yang menunjukkan ancaman yang meningkat terhadap perkebunan sawit di negara bagian ini,” ujar Johari dalam pernyataan resmi dikutip InfoSAWIT dari Business Recorder, Jumat (7/3/2025).
BACA JUGA: Sawit Watch Perbaiki Permohonan Uji Materi di MK, Singgung Ketidakadilan bagi Petani Sawit Kecil
Dari total 5,61 juta hektare perkebunan kelapa sawit di Malaysia, sekitar 1,01 juta hektare berada di Johor dan Perak, sehingga serangan hama di wilayah ini dapat berdampak signifikan terhadap produksi nasional.
Sebelumnya, banjir yang melanda Malaysia dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan produksi kelapa sawit anjlok ke level terendah dalam enam bulan terakhir.
Untuk mengatasi wabah hama ini, Johari menyebut pemerintah Malaysia mengajukan dana tambahan sebesar 5 juta ringgit (Rp18 miliar) guna memperkuat upaya pengendalian di lapangan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,9 Persen Pada Kamis (6/3), Harga CPO di Bursa Malaysia Naik Tipis
Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) telah mengambil langkah-langkah pengendalian dengan menyemprotkan biopestisida serta menanam tanaman bermanfaat yang dapat membantu mengurangi populasi hama secara alami.
Serangan hama yang semakin meluas ini menjadi tantangan baru bagi industri sawit Malaysia, yang sebelumnya sudah menghadapi kendala akibat cuaca ekstrem dan gangguan rantai pasok global. (T2)
