InfoSAWIT, JAKARTA – Mewakili Menteri Pertanian, Ardi Praptono, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, hadir membuka Pameran teknologi kelapa sawit terbesar di Indonesia, Palmex Indonesia, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Di tengah hiruk-pikuk ratusan pelaku industri yang hadir, semangat kolaborasi dan transformasi digital menjadi sorotan utama dalam pembukaan acara yang telah menjadi agenda penting bagi sektor sawit nasional ini.. Dalam sambutannya, Ardi menyampaikan apresiasi mendalam lantaran bisa sebagai ruang bertemunya inovasi, teknologi, dan jejaring antar pemangku kepentingan.
“Palmex telah menjadi ajang penting yang mendorong transformasi industri sawit nasional. Tema ‘Palm Oil 4.0 – Digital for Sustainability’ sangat relevan untuk menjawab tantangan ke depan,” ujar Ardi saat membuka acara, dihadiri InfoSAWIT, Rabu (14/5/2025).
Menurutnya, industri kelapa sawit kini berada di titik krusial, di mana transformasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Perubahan iklim, musim kering berkepanjangan, serta rendahnya adopsi benih unggul dan teknologi modern menjadi tantangan nyata di lapangan, khususnya di tingkat pekebun rakyat.
“Produktivitas petani masih terkendala oleh berbagai faktor. Salah satunya karena belum sepenuhnya menggunakan benih unggul dan teknologi digital. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi solusi untuk mendorong produktivitas menuju target 2045,” tambah Ardi.
Kegiatan kali ini harapannya juga menjadi panggung untuk memperkenalkan gagasan besar yang digaungkan Presiden RI, yakni digitalisasi pertanian dan industri 4.0. Menurut Ardi, langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi, tetapi juga membuka akses informasi, pelatihan, dan pemasaran bagi petani sawit rakyat.
BACA JUGA: Kementerian ESDM Tetapkan HIP Biodiesel Mei 2025 Sebesar Rp 13.742 per liter, Turun Rp 548 per Liter
“Digitalisasi akan menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan tentunya mendorong kesejahteraan petani. Ini juga menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk melakukan revitalisasi industri sawit nasional,” ungkapnya.
