InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Malaysia dan Tiongkok menandatangani nota kesepahaman strategis untuk mengembangkan rantai pasok minyak kelapa sawit di wilayah barat Tiongkok. Kerja sama ini menandai perluasan kolaborasi industri hijau antara kedua negara, dengan fokus pada efisiensi logistik dan pemanfaatan sawit dalam berbagai sektor industri.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani antara Malaysian Palm Oil Board (MPOB) dan New Land-Sea Corridor Operation Co Ltd dari Tiongkok. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat perdagangan dan pengiriman melalui jalur Pelabuhan Qinzhou–Chongqing, yang menghubungkan Malaysia ke provinsi-provinsi pedalaman seperti Sichuan, Guizhou, dan Shaanxi.
Wakil Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia, Datuk Chan Foong Hin, menyatakan bahwa kerja sama ini mendukung terbentuknya jaringan pasok minyak sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan.
BACA JUGA: BRK Syariah Perkuat Dukungan bagi Petani Sawit Riau Lewat Lokakarya dan Pendampingan Dana PSR
“Malaysia ingin memanfaatkan sertifikasi Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO), salah satu standar keberlanjutan tertinggi di dunia, untuk memperdalam kerja sama institusional dengan Tiongkok di bidang pelabelan karbon, biofuel, dan material ramah lingkungan,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari New Straits Time, Senin (26/5/2025).
Chan memimpin delegasi Malaysia dalam China-Malaysia Industry Cooperation Dialogue yang berlangsung di sela Western China International Fair for Investment and Trade ke-7. Forum ini mempertemukan lebih dari 40 perusahaan dari sektor pengolahan makanan, perawatan pribadi, dan penyulingan minyak untuk menjajaki peluang bisnis berbasis sawit, terutama di wilayah Sichuan-Chongqing.
Selain penguatan logistik, Malaysia juga menggandeng Universitas Transportasi Chongqing untuk mengembangkan polyurethane acrylate berbasis sawit yang digunakan pada pelapis antikarat. Riset ini menjadi bagian dari strategi Malaysia untuk memperluas penggunaan bahan kimia turunan sawit di sektor industri Tiongkok.
Produk-produk bernilai tambah dari kelapa sawit, seperti minyak sawit merah, palm stearin, dan bubuk es krim berbasis sawit, turut dipromosikan. Beberapa proyek riset bersama dengan perusahaan Tiongkok sedang berjalan untuk mengaplikasikan produk turunan sawit dalam bahan dasar sup hotpot, makanan ringan, dan produk perawatan pribadi yang berkelanjutan.
Kerja sama ini menunjukkan komitmen Malaysia dalam mendorong transformasi industri sawit menuju nilai tambah tinggi dan pasar internasional yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi sawit sebagai komoditas hijau strategis dalam hubungan bilateral Malaysia-Tiongkok. (T2)
