InfoSAWIT, MUMBAI – Hujan monsun tiba lebih awal di pesisir negara bagian Kerala, India, pada Sabtu (25/5), delapan hari lebih cepat dari biasanya. Ini menjadi kedatangan paling dini dalam 16 tahun terakhir, membawa harapan panen yang melimpah serta kelegaan dari gelombang panas yang melelahkan.
Departemen Meteorologi India (IMD) mengonfirmasi bahwa musim hujan barat daya telah resmi dimulai pada 24 Mei, waktu kedatangan terawal sejak 23 Mei 2009. Hujan monsun sangat penting bagi perekonomian India senilai US$4 triliun, karena menyuplai hampir 70% kebutuhan air untuk pertanian dan pengisian kembali akuifer serta waduk.
Sekitar separuh lahan pertanian India tidak memiliki sistem irigasi dan sangat bergantung pada curah hujan tahunan yang terjadi antara Juni hingga September. Curah hujan inilah yang memungkinkan penanaman berbagai komoditas penting seperti padi, jagung, kapas, kedelai, dan tebu.
BACA JUGA: Kolaborasi Internasional Dorong Sawit Berkelanjutan di Rokan Hulu, Libatkan Pekebun Swadaya
IMD menyebutkan bahwa hujan monsun kini telah mencakup Kerala, sebagian wilayah Tamil Nadu dan Karnataka, serta negara bagian timur laut Mizoram. Dalam dua hingga tiga hari ke depan, kondisi diperkirakan mendukung perluasan hujan ke wilayah Goa, Maharashtra, Andhra Pradesh, negara-negara bagian timur laut lainnya, Bengal Barat, serta sisa wilayah Karnataka dan Tamil Nadu.
Ashwini Bansod, Wakil Presiden Riset Komoditas di Phillip Capital India, mengatakan bahwa curah hujan pra-monsun yang melimpah serta kedatangan awal musim hujan dapat membantu petani, terutama di wilayah selatan dan tengah, untuk mulai menanam lebih awal dari jadwal biasa.
“Kelembaban tanah yang cukup dan penanaman awal dapat berpotensi meningkatkan hasil panen,” ujar Bansod dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Jumat (30/5/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 30 Mei – 5 Juni 2025 Turun Rp38,83 per Kg
Pada tahun lalu, monsun mencapai Kerala pada 30 Mei, dan total curah hujan musim panas menjadi yang tertinggi sejak 2020, membantu pemulihan dari kekeringan yang melanda India pada 2023.
IMD juga telah memproyeksikan bahwa musim hujan tahun 2025 akan berada di atas rata-rata untuk tahun kedua berturut-turut. Menurut definisi IMD, curah hujan yang normal berada pada kisaran 96% hingga 104% dari rata-rata 50 tahun terakhir, yaitu 87 cm selama musim hujan empat bulan tersebut.
Kedatangan monsun lebih awal tahun ini menambah optimisme bagi sektor pertanian India, yang menjadi tulang punggung mata pencaharian bagi ratusan juta orang, sekaligus menjadi penopang utama ketahanan pangan negara tersebut. (T2)
