Namun demikian, tantangan besar masih membayangi persepsi publik. Dr. Hammad Hassan, PhD dan Dosen di Universitas Aga Khan, menyayangkan masih maraknya informasi yang keliru tentang minyak sawit. “Kita perlu membedakan antara mitos dan fakta ilmiah. Minyak sawit, bila diproduksi secara bertanggung jawab, justru lebih berkelanjutan daripada banyak alternatif lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa minyak sawit mendukung ribuan lapangan kerja di sektor pengolahan pangan dan logistik di Pakistan, dan pada saat yang sama menjadi salah satu sumber nutrisi penting.
Tak hanya itu, riset terbaru juga mengungkap potensi besar minyak sawit dalam program intervensi kesehatan dan pangan. Salah satu bentuk inovasi yang tengah dikembangkan adalah penggunaan red palm oil (minyak sawit merah) untuk mengatasi kekurangan mikronutrien pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
BACA JUGA: Petani Sawit di Entikong Beralih ke Cabai dan Bawang Putih untuk Usir Tupai
“Minyak sawit merah kaya vitamin A alami dan antioksidan, dan sedang diuji sebagai bagian dari solusi pangan fungsional,” jelas Dr. Ramle. (T2)
