InfoSAWIT, BANDA ACEH — Sebanyak 88 petani kelapa sawit dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur mengikuti pelatihan teknis budidaya sawit selama lima hari di Banda Aceh. Namun yang menarik, pelatihan ini bukan hanya soal teori. Para petani diajak langsung melihat praktik terbaik di lapangan — mulai dari memilih bibit unggul hingga teknik panen yang efektif.
Pelatihan yang berlangsung pada 8–12 Juli 2025 ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit 2025 hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), dan IPB Training.
“Petani tidak cukup hanya diajari teori di kelas. Mereka harus melihat langsung bagaimana praktik terbaik itu diterapkan di lapangan,” ujar Dr. Hariyadi, M.S., trainer dari IPB Training, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Sabtu (12/7/2025).
BACA JUGA: Mendorong Tata Niaga Sawit yang Lebih Adil, Pemprov Kalbar Gelar FGD Bersama GAPKI
Hariyadi menekankan pentingnya pemilihan bibit unggul sebagai fondasi kebun yang produktif. Menurutnya, banyak petani masih membeli bibit tanpa mengetahui kualitasnya. “Kami ajarkan bagaimana mengenali bibit unggul yang ideal—berumur minimal sembilan bulan, tinggi 125 cm, dan memiliki 18 pelepah. Itu syarat dasar,” katanya.
Selain teori, para peserta juga diajak mengunjungi tiga lokasi kebun milik PT Agro Sinergi Nusantara, mulai dari area pembibitan hingga kebun tanaman menghasilkan. Di lokasi ini, petani tak hanya mengamati, tapi juga aktif berdiskusi dengan manajer kebun dan praktisi teknis.
“Kalau lihat langsung, petani bisa tahu mana bibit bagus dan mana yang tidak. Itu tidak cukup dijelaskan lewat slide presentasi,” kata Dudi Sumantri, Kepala Bagian Operasional PT Agro Sinergi Nusantara.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 11 –17 Juli 2025 Naik Rp60,84 per Kg
Dalam praktik di lapangan, peserta diperlihatkan cara panen efektif, teknik menangani serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan proses pascapanen yang sesuai standar.
Kegiatan ini diikuti oleh tiga angkatan pelatihan, yakni Angkatan III, IV, dan XIV, dengan komposisi 61 peserta dari Aceh Tamiang dan 27 dari Aceh Timur. Tujuan utamanya: membekali petani dengan keterampilan untuk membudidayakan kelapa sawit secara produktif dan ramah lingkungan.
