InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Industri sawit Malaysia mencatatkan penurunan kinerja sepanjang Juni 2025. Berdasarkan laporan terbaru dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB), ekspor minyak sawit negeri jiran itu turun sebesar 10,52 persen secara bulanan (month-on-month/m-o-m), dari 1,41 juta ton pada Mei menjadi 1,26 juta ton pada Juni.
Tidak hanya ekspor, sisi produksi juga menunjukkan pelemahan. Produksi minyak sawit mentah (CPO) turun 4,48 persen menjadi 1,69 juta ton dari 1,77 juta ton pada bulan sebelumnya. Penurunan produksi juga terjadi pada hasil turunan lainnya. Produksi inti sawit (palm kernel) menyusut 5,66 persen menjadi 396.863 ton, sementara produksi minyak inti sawit mentah (crude palm kernel oil/CPKO) anjlok 8,48 persen menjadi 192.665 ton. Di saat yang sama, produksi bungkil inti sawit (palm kernel cake) ikut turun 7,85 persen menjadi 213.398 ton.
Dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Sabtu (12/7/2025), namun penurunan produksi ini belum berdampak signifikan terhadap total stok minyak sawit. Meskipun stok CPO tercatat turun 5,42 persen menjadi 1,04 juta ton dari sebelumnya 1,10 juta ton, stok minyak sawit olahan justru meningkat tajam sebesar 12,19 persen, dari 881.372 ton menjadi 988.840 ton. Akumulasi keduanya menjadikan total stok minyak sawit Malaysia per Juni naik menjadi 2,03 juta ton, dibanding 1,99 juta ton di bulan Mei.
BACA JUGA: Ombudsman RI dan IPOSS Bahas Penguatan Tata Kelola Sawit Lewat Riset dan Pengawasan
Dari sisi ekspor produk turunan, tren penurunan cukup tajam, terutama pada biodiesel yang anjlok 91,50 persen dari 32.848 ton pada Mei menjadi hanya 2.792 ton di Juni. Ekspor minyak inti sawit juga turun drastis sebesar 27,60 persen menjadi 86.173 ton. Ekspor oleokimia tercatat menurun 12,95 persen menjadi 202.829 ton, sedangkan ekspor bungkil inti sawit melemah tipis 1,84 persen menjadi 189.774 ton.
Sementara itu, tidak ada impor CPO yang tercatat pada bulan Juni. Namun, impor minyak inti sawit melonjak tajam 47,70 persen menjadi 11.926 ton, dibanding 8.074 ton pada Mei.
Laporan ini menjadi cerminan tren pelemahan di sektor sawit Malaysia menjelang semester kedua 2025. Penurunan kinerja di berbagai lini – mulai dari produksi hingga ekspor – menjadi sinyal penting bagi pelaku industri dan pasar global untuk mencermati arah perkembangan selanjutnya. (T2)
