Mendorong Tata Niaga Sawit yang Lebih Adil, Pemprov Kalbar Gelar FGD Bersama GAPKI

oleh -2.759 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalbar menggelar Focus Group Discussion (FGD).

InfoSAWIT, KUBU RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembinaan dan Pengawasan Tata Niaga Kelapa Sawit di Kalbar”, Rabu, 9 Juli 2025 di Hotel Alimoer, Kubu Raya. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mencari solusi atas berbagai persoalan tata niaga Tandan Buah Segar (TBS) yang selama ini menjadi perhatian para pelaku usaha, petani, dan pemerintah daerah.

Kadisbunnak Kalbar, Heronimus Hero, hadir sebagai salah satu narasumber kunci dalam diskusi yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membenahi tata kelola niaga sawit agar lebih transparan, adil, dan berkelanjutan.

FGD ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ignasius IK. Dalam sambutannya, Ignasius menegaskan bahwa subsektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah dan nasional.

BACA JUGA: Ombudsman RI dan IPOSS Bahas Penguatan Tata Kelola Sawit Lewat Riset dan Pengawasan

“Subsektor perkebunan memegang peranan strategis dalam perekonomian nasional, baik dari kontribusinya terhadap produk domestik bruto, penyediaan lapangan kerja, peningkatan devisa, penyedia bahan baku industri, hingga percepatan pengembangan wilayah,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari laman resmi Facebook Disbun Kalbar, Sabtu (12/7/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya upaya sistematis untuk mendorong tata niaga yang lebih sehat dan berkelanjutan. FGD ini, menurutnya, merupakan langkah konkret dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkeadilan, serta menjadi sarana untuk menyusun langkah-langkah perbaikan dalam pengelolaan komoditas strategis tersebut.

“FGD ini diharapkan menjadi salah satu instrumen dalam merumuskan perbaikan-perbaikan tata kelola kelapa sawit secara berkelanjutan di Kalbar,” imbuh Ignasius.

BACA JUGA: Kaltim Siapkan Forum Konsultasi Daerah untuk Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan

Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah isu krusial turut diangkat, antara lain mekanisme penetapan harga TBS yang adil bagi petani, penguatan kelembagaan petani sawit, hingga upaya mencegah praktik tata niaga yang merugikan. Para peserta juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara petani, perusahaan, dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat.

Di tengah dorongan global terhadap praktik sawit berkelanjutan, Kalimantan Barat sebagai salah satu lumbung sawit nasional, dihadapkan pada tantangan untuk terus memperbaiki sistem niaga dan produksi. FGD ini menjadi momentum penting untuk menjembatani kepentingan antar pihak sekaligus menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Melalui forum ini, diharapkan muncul rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat posisi petani rakyat, meningkatkan transparansi tata niaga, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah berbasis komoditas strategis seperti kelapa sawit. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com