InfoSAWIT, KUTAI TIMUR – Setelah berjalan selama satu tahun, Program Sustainable Living Village (SLV) yang diinisiasi Apical Group di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mencatatkan sejumlah capaian penting dalam upaya membangun desa berkelanjutan. Berlangsung di tiga desa binaan—Tepian Indah, Tepian Langsat, dan Tepian Makmur di Kecamatan Bengalon—program ini tak hanya menanam puluhan ribu pohon, tetapi juga memberdayakan ratusan petani sawit dan mendorong penguatan legalitas usaha mereka.
Sejak diluncurkan, program SLV dirancang dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan empat pilar utama: penguatan mata pencaharian masyarakat, konservasi lingkungan, transformasi rantai pasok, dan kolaborasi multi-pihak. Capaian yang ditorehkan pada tahun pertama menjadi fondasi kuat untuk memperluas dampak di masa mendatang.
30.000 Pohon Tertanam, Awali Tahun Kedua dengan 2.000 Pohon Baru
Salah satu aspek kunci program ini adalah perlindungan lingkungan melalui penghijauan. Dalam tahun pertamanya, SLV berhasil menanam 30.000 pohon dari target jangka panjang 90.000 pohon dalam tiga tahun. Momentum itu berlanjut pada 9 Juli 2025, saat penanaman 2.000 pohon kembali dilakukan untuk menandai dimulainya tahun kedua.
BACA JUGA: 88 Petani Aceh Dilatih Jadi Pekebun Modern, Kebun Sawit Lebih Berkualitas dan Ramah Lingkungan
Kegiatan tanam pohon ini melibatkan 83 peserta dari berbagai unsur, mulai dari dinas pemerintahan dan aparat desa hingga perwakilan masyarakat dan perusahaan pemasok Apical Group seperti PT Bima Palma, PT Anugrah Energitama, dan PT Kutai Balian Nauli.
“Kami tidak hanya berhasil memenuhi target tahun pertama, tetapi justru melampauinya. Dari penanaman 30.000 pohon hingga pelatihan ratusan petani kelapa sawit, ini mencerminkan besarnya komitmen dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan desa yang berkelanjutan,” ujar CSR Manager Apical Group, Agus Wiastono dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Minggu (13/7/2025).
459 Petani Sawit Diberi Pelatihan Praktik Terbaik
Program SLV juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas petani kelapa sawit. Dalam satu tahun, sebanyak 459 petani swadaya telah mengikuti pelatihan Best Management Practices (BMP), jauh melampaui target awal sebanyak 150 petani.
BACA JUGA: Ekspor Turun, Produksi Melemah, Industri Sawit Malaysia Alami Penurunan di Juni 2025
Tahun kedua dibuka dengan pelatihan lanjutan pada 8 Juli 2025 di Desa Tepian Indah. Sebanyak 26 petani kembali mendapatkan ilmu baru tentang teknik memilih bibit unggul dan metode pembibitan kelapa sawit, bekerja sama dengan Earthworm Foundation sebagai mitra pelaksana.
Dari sisi legalitas, SLV turut mendampingi petani dalam memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), dokumen penting untuk menunjang akses pembiayaan dan mendukung proses sertifikasi seperti ISPO dan RSPO. Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 88 STDB telah diserahkan kepada petani, dari target 500 STDB yang ingin dicapai selama tiga tahun.
