InfoSAWIT, SAMPIT – Insiden serangan satwa liar kembali menghebohkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Kali ini, dua pekerja perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Mentaya Hulu menjadi korban serangan beruang madu saat sedang bekerja di kebun.
“Kami menerima laporan adanya serangan beruang madu. Korbannya dua orang, keduanya merupakan karyawan di salah satu perusahaan perkebunan sawit di Mentaya Hulu,” ungkap Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, dilansir InfoSAWIT dar Antara, Kamis (24/7/2025).
Serangan ini menjadi pengingat bahwa ancaman satwa liar di wilayah Kotim tak hanya berasal dari perairan seperti serangan buaya yang sempat terjadi di Mentaya Hilir Utara, tetapi juga dari daratan seperti kasus terbaru ini.
BACA JUGA: Kemenperin Dorong Hilirisasi Sawit: Dari Limbah Jadi Material Bernilai Tinggi
Menurut keterangan Muriansyah, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (16/7) namun baru dilaporkan ke BKSDA dua hari kemudian, Jumat (18/7). Kedua korban adalah pemanen dan pemuat sawit. Insiden berawal ketika pemanen meletakkan alat panen (egrek) di pelepah sawit, namun angin menjatuhkan alat tersebut hingga mengenai tumpukan daun di bawah pohon.
Tanpa disangka, di bawah tumpukan daun itu ternyata ada seekor beruang madu yang sedang beristirahat. Terkejut dan merasa terancam, satwa dilindungi itu langsung menyerang pekerja yang berada di dekatnya.
“Pekerja lainnya yang berada tidak jauh dari lokasi, yaitu pemuat buah sawit, mendengar teriakan minta tolong dan segera datang membantu. Tapi dia justru ikut diserang,” ujar Muriansyah.
BACA JUGA: Prabowo Singgung Kelangkaan Minyak Goreng: “Mazhab Serakah, Bukan Pasar Bebas”
Beruntung, kedua korban berhasil diselamatkan oleh rekan kerja lainnya. Meski mengalami luka di bagian lengan dan kaki, keduanya saat ini telah mendapatkan perawatan di klinik perusahaan dan sedang menjalani pemulihan di mess.
BKSDA menduga, beruang tersebut terganggu karena sedang tidur atau bahkan melindungi anaknya. Sebab, menurut laporan dari pekerja, sebelumnya pernah terlihat anak beruang di sekitar lokasi kejadian. Beruang madu, yang tergolong hewan nokturnal, juga dikenal lebih agresif saat merasa sarangnya terancam.
