Brasil sendiri sudah menaikkan campuran wajib biodiesel dari B14 ke B15 pada Agustus, yang meningkatkan konsumsi soyoil domestik dari 5,5 juta ton menjadi 6,4 juta ton. Di Amerika Serikat, kebijakan biodiesel juga terus menyerap porsi besar produksi minyak kedelai.
Hingga Juli 2025, Indonesia sudah memproduksi sekitar 30 juta ton, dan ditargetkan menembus 50 juta ton lebih hingga akhir tahun. Malaysia juga optimistis mencapai target 19,5 juta ton pada 2025.
Stok akhir Malaysia diproyeksikan berada di kisaran 2,5 juta ton, sementara stok Indonesia diperkirakan tetap stabil berkat tingginya konsumsi domestik.
Outlook Harga: Tetap Stabil di 2025–2026
Harga minyak sawit pada 2025 diperkirakan bergerak di kisaran US$900–US$1.100 per ton, dengan potensi tertinggi US$1.200 jika terjadi gangguan pasokan. Untuk 2026, rentang harga diperkirakan tetap pada US$900–US$1.200 per ton.
Gunalan menilai kecil kemungkinan harga kembali menembus rekor 2022. “Harga kini sudah berada pada tren normal, meski sedikit lebih tinggi dibanding masa pra-COVID,” ujarnya. (T2)
