InfoSAWIT, PUTRAJAYA – Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti Kementerian Perladangan dan Komoditi (KPK) ketika Datuk Seri Dr. Noraini Ahmad melangkahkan kaki pertamanya sebagai Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia. Didampingi Wakil Menteri, Dato’ Sri Huang Tiong Sii, Dr. Noraini resmi memulai tugas pada Kamis, menandai babak baru kepemimpinan sektor perkebunan dan komoditas nasional.
Kedatangan kedua pimpinan ini disambut jajaran manajemen puncak kementerian, para direktur jenderal lembaga di bawah KPK, serta seluruh pegawai kementerian. Sambutan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dukungan dan komitmen bersama untuk melanjutkan agenda pembangunan sektor perladangan dan komoditi yang menjadi tulang punggung ekonomi Malaysia.
Memasuki hari kerja berikutnya, Dr. Noraini langsung menggelar pertemuan dan sesi pengarahan bersama manajemen kementerian serta lembaga terkait. Dalam suasana dialog yang terbuka, ia mengajak seluruh jajaran membahas arah kebijakan, peran strategis, serta pentingnya koordinasi dalam pelaksanaan kebijakan sektor agrikomoditas guna mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Perpres 113/2025 Resmi Terbit, Pemerintah Arahkan Subsidi Pupuk Lebih Efisien dan Pro-Industri
Satu per satu kepala lembaga menyampaikan paparan singkat mengenai peran dan fungsi masing-masing. Dr. Noraini menyimak dengan seksama, menerima masukan terkait visi dan misi KPK, prioritas program, isu-isu terkini, hingga tantangan besar yang tengah dihadapi sektor komoditas. Diskusi berkembang ke isu-isu strategis, mulai dari keberlanjutan dan tekanan global, hingga kesejahteraan serta kelestarian pekebun kecil.
Tak kalah penting, pertemuan tersebut juga menyoroti peran Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Vokasional (TVET) sebagai kunci dalam menyiapkan generasi muda yang terampil dan siap terjun ke sektor perkebunan. Bagi Dr. Noraini, keberlanjutan sektor tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang menggerakkannya.
Sesi ini menjadi fondasi awal untuk membangun pemahaman bersama, memperkuat sinergi antarbagian dan lembaga, serta memastikan arah kebijakan KPK dapat dijalankan secara terpadu, efektif, dan berdampak nyata bagi pelaku industri hingga pekebun kecil.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal KPK, Dato’ Yusran Shah Mohd Yusof; Wakil Sekretaris Jenderal (Perladangan dan Komoditi) KPK, Dato’ Razali Mohamad; Wakil Sekretaris Jenderal (Perencanaan Strategis dan Manajemen) KPK, Dr. Sharifah Adlina Syed Abdullah; para sekretaris bagian, kepala unit, serta para direktur jenderal lembaga di bawah KPK.
Datuk Seri Dr. Noraini Ahmad sendiri bukan sosok baru dalam kancah politik Malaysia. Politisi dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dalam koalisi Barisan Nasional (BN) ini telah tiga periode menjabat sebagai Anggota Parlemen untuk daerah pemilihan Parit Sulong, Johor. Saat ini, ia juga memimpin Komite Keuangan Negara (JKWN). Pengalamannya di pemerintahan semakin lengkap dengan rekam jejak sebagai Menteri Pendidikan Tinggi pada periode 2020–2021, serta kiprahnya memimpin sayap perempuan UMNO sejak 2018.
Dengan latar belakang politik yang kuat dan pengalaman panjang di pemerintahan, kepemimpinan Dr. Noraini di KPK diharapkan mampu membawa sektor perladangan dan komoditi Malaysia melangkah lebih jauh, adaptif terhadap tantangan global, dan tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan serta kesejahteraan masyarakat. (T2)
Sumber: Kementerian Perladangan dan Komoditi diolah InfoSAWIT.
