Lanskap Lestari di Kalbar: Hutan, Tembawang, dan Sawit Saling Berkaitan

oleh -560 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Pengelolaan hutan dan lahan di Kalimantan Barat dinilai perlu melihat hubungan antara ekosistem, tanaman, tanah, serta sumber penghidupan masyarakat dalam satu kesatuan lanskap.

Kajian Yayasan 4F juga mengidentifikasi sekitar 27.316 lokasi indikatif tembawang di Kabupaten Sanggau serta sekitar 103.584,63 hektare area yang berpotensi dikembangkan sebagai agroforestri.

Data tersebut dapat menjadi bahan awal untuk menentukan wilayah prioritas perlindungan, pemulihan hutan, dan pengembangan agroforestri. Namun, lokasi indikatif tembawang tersebut masih membutuhkan verifikasi di tingkat lapangan.

Peneliti Yayasan 4F Amir Mahmud, M.Si., An, menjelaskan bahwa tembawang tidak sekadar merupakan kumpulan pepohonan yang tersisa di antara kawasan perkebunan. Bagi masyarakat, tembawang memiliki fungsi ekologis, sosial, sejarah, dan ekonomi.

BACA JUGA: GAPKI dan Forwatan Perkuat Komunikasi Sawit untuk Dorong Informasi yang Lebih Substantif

Keberadaan berbagai jenis tanaman di dalamnya dapat menyediakan pangan, buah-buahan, kayu, tanaman obat, hingga sumber pendapatan. Pada saat yang sama, tembawang juga menjadi ruang penyimpanan pengetahuan dan nilai budaya masyarakat.

Namun, keberadaan wanatani menghadapi tekanan akibat perubahan penggunaan lahan, termasuk menjadi perkebunan kelapa sawit. Di satu sisi, sawit memberikan sumber pendapatan tunai yang penting bagi masyarakat. Di sisi lain, perubahan lanskap menjadi monokultur dapat mengurangi keragaman sumber penghidupan.

“Persoalannya bukan mempertentangkan sawit dengan wanatani, melainkan bagaimana membangun model wanatani yang mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat saat ini tanpa kehilangan fungsi sosial dan ekologisnya,” kata Amir.

BACA JUGA: Nanolignin dari TKKS Berpotensi Jadi Adsorben Ramah Lingkungan untuk Serap Timbal

Menurut dia, pengembangan agroforestri perlu mempertimbangkan karakteristik lahan, pilihan komoditas, kemampuan petani, serta peluang pasar. Pendekatan tersebut juga membutuhkan dukungan kelembagaan, pengetahuan, pembiayaan, rantai pasok, dan kebijakan yang memadai.

 

Kondisi Tanah Berhubungan dengan Kesehatan Tanaman Sawit

Keterkaitan antarkomponen lanskap juga terlihat dari penelitian BRIN mengenai tanah dan kesehatan tanaman. Penelitian yang dipaparkan Dr. Ir. Asri Insiana Putri, M.P., menunjukkan bahwa kondisi tanaman berkaitan dengan komunitas mikroorganisme yang hidup di sekitar perakaran atau rizosfer.

Penelitian metagenomik di Desa Menyabo, Gunam, dan Embala, Kabupaten Sanggau, menemukan adanya perbedaan komunitas jamur pada rizosfer tanaman sawit sehat dan tanaman yang mengalami gangguan kesehatan.

BACA JUGA: 2.587 Koperasi Perkebunan Didorong Perkuat Hilirisasi Sawit dan Posisi Petani

Salah satu temuan menunjukkan bahwa Fusarium memiliki kelimpahan relatif lebih tinggi pada tanaman sakit. Sementara itu, tanaman sehat yang berada di dekat rimba alam menunjukkan kondisi komunitas mikroorganisme yang berbeda, termasuk keberadaan Trichoderma virens yang berpotensi dimanfaatkan sebagai agen biokontrol.

Kajian BRIN mengenai bakteri pengikat nitrogen Azotobacter juga menunjukkan bahwa kawasan rimba dan tembawang memiliki keragaman vegetasi, serasah, karbon organik, kelembapan, serta mikroorganisme tanah yang lebih tinggi.

“Kesehatan tanaman tidak hanya berkaitan dengan tanaman itu sendiri. Di dalam tanah terdapat komunitas mikroorganisme yang memiliki fungsi penting, sementara kondisi lanskap juga memengaruhi lingkungan tempat mikroorganisme tersebut hidup,” ujar Asri.

 

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com