Lanskap Lestari di Kalbar: Hutan, Tembawang, dan Sawit Saling Berkaitan

oleh -561 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Pengelolaan hutan dan lahan di Kalimantan Barat dinilai perlu melihat hubungan antara ekosistem, tanaman, tanah, serta sumber penghidupan masyarakat dalam satu kesatuan lanskap.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan perkebunan dan lahan pertanian tidak dapat sepenuhnya dilepaskan dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Kualitas tanah, keberagaman vegetasi, dan keberadaan mikroorganisme menjadi bagian dari ekosistem yang turut memengaruhi kesehatan tanaman.

 

Petani Minta Penjaga Hutan Mendapat Manfaat

Perspektif ilmiah dalam seminar tersebut kemudian bertemu dengan pengalaman masyarakat yang selama ini berhadapan langsung dengan perubahan lanskap.

Isa Kenedy, perwakilan petani sekaligus Tim Penjaga Hutan Desa Setawar, Kabupaten Sekadau, mengatakan kelapa sawit tetap memiliki arti penting bagi perekonomian masyarakat. Namun, keberadaan hutan juga tidak kalah penting untuk menjaga lingkungan dan mendukung keberlanjutan kebun.

BACA JUGA: Menkop Dorong Koperasi Miliki Pabrik CPO, Hilirisasi Sawit Dinilai Perkuat Petani

Menurutnya, peningkatan nilai ekonomi sawit perlu diiringi kesadaran untuk menjaga hutan adat maupun hutan yang dikelola masyarakat agar tidak seluruhnya beralih menjadi perkebunan.

“Kalau hutan habis, apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu? Karena itu, masyarakat yang menjaga hutan perlu mendapatkan insentif. Jangan hanya mereka yang membuka hutan yang mendapatkan keuntungan, tetapi mereka yang mempertahankan hutan juga harus mendapatkan manfaat,” kata Isa.

Pandangan tersebut menempatkan insentif bagi masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam upaya perlindungan hutan. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan dinilai perlu memiliki alasan ekonomi yang kuat untuk mempertahankan tutupan hutan sekaligus mengembangkan sumber penghidupan yang berkelanjutan.

BACA JUGA: 4 Anak Usaha KAS Group Raih ISPO, Targetkan Seluruh Kebun Rampung Tersertifikasi di 2027

 

Festival Lanskap Dorong Penelitian Berujung Aksi

Rangkaian Seminar dan Festival Lanskap Lestari juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan hasil pengelolaan lanskap mereka. Sebanyak 11 desa binaan 4F membawa dan memasarkan berbagai hasil hutan bukan kayu (HHBK) serta produk lokal.

Produk unggulan masyarakat juga ditampilkan melalui lomba HHBK sebagai bagian dari upaya memperlihatkan potensi ekonomi yang tumbuh dari lanskap desa.

Kegiatan tersebut turut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BRIN dan UNTAN serta penyerahan isolat Azotobacter kepada UNTAN untuk mendukung penelitian dan inovasi lanjutan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.

BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Aceh Tamiang Tanam 5.000 Pohon untuk Pulihkan Lingkungan dan Mitigasi Perubahan Iklim

Tirza mengatakan festival tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman masyarakat.

“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan, pengalaman, produk, dan potensi ekonomi yang tumbuh dari lanskap mereka. Hasil penelitian membantu kita memahami lanskap, sementara masyarakat tahu bagaimana lanskap itu dikelola dan dimanfaatkan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan dan pengalaman tersebut tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diterjemahkan menjadi praktik pengelolaan lahan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mempertahankan fungsi ekologis.

BACA JUGA: Mahasiswa UNDIP Sulap Limbah Sawit Jadi Pakan Ternak, Raih Gold Medal Nasional

Pendekatan lanskap dengan demikian tidak hanya berbicara mengenai bagaimana hutan dipertahankan, tetapi juga bagaimana tanah, tanaman, perkebunan, tembawang, dan sumber penghidupan masyarakat dapat dikelola secara lebih terintegrasi. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com