InfoSAWIT, MARO SEBO ILIR – Tiga perusahaan terkemuka di industri kelapa sawit – Kao Corporation, Apical Group dan Asian Agri membawa inisiatif keberlanjutan “SMILE” atau “SMallholder Inclusion for better Livelihood & Empowerment Program” atau “Inklusi Petani untuk Kesejahteraan & Pemberdayaan yang lebih baik” kepada 151 petani swadaya di wilayah Maro Sebo Ilir, Provinsi Jambi.
PT Inti Indosawit Subur, unit bisnis di bawah naungan Asian Agri dan Perkumpulan Putra Tunggal Bukit Sangkilan hari ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk membantu petani sawit swadaya dalam meningkatkan produktivitas, sertifikasi internasional, dan mendapatkan premi penjualan dari minyak sawit bersertifikat.
Tidak seperti petani sawit plasma yang didukung secara teknis dan finansial oleh perusahaan perkebunan, petani sawit swadaya berdiri sendiri secara finansial, dan seringkali tidak memiliki keahlian yang cukup serta sumber daya yang terbatas untuk mengelola kebun sawitnya.
Program SMILE tidak hanya berupaya meningkatkan pendapatan petani sawit swadaya melalui peningkatan kapasitas dalam pengetahuan teknis, tetapi juga membantu membuka jalan untuk mencapai sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sejak diluncurkan pada Oktober 2020, program ini telah memberikan manfaat bagi sekitar 697 petani sawit swadaya yang tersebar di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi.
Sustainability Manager Apical, Fitria Kurniawan mengatakan, petani sawit swadaya menyumbang sekitar 30% dari produksi minyak sawit di Indonesia, oleh karena itu sangat penting bagi Apical untuk membantu memfasilitasi inklusi mereka ke dalam rantai pasokan global yang berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi serta dukungan mitra seperti Asian Agri yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam bekerja sama dengan petani, kami berkomitmen untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, sejalan dengan hal tersebut, kami juga membangun rantai pasokan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial,” katanya dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Selasa (11/1/2022).
Senadan dikatakan, Regional Head Asian Agri Wilayah Jambi, Ramli Simamarta, bahwa selama lebih dari 34 tahun, Asian Agri telah membangun kapasitas petani melalui bimbingan berkelanjutan mengenai praktik perkebunan sawit terbaik. “Melalui program SMILE, kami ingin menjangkau lebih luas petani swadaya untuk memperoleh sertifikasi serta memberi pengetahuan bagaimana mengoptimalkan hasil dan produksi tanpa membuka lahan baru dengan pemilihan bibit sawit yang tepat serta bantuan infrastruktur, guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” tutur Ramli.
Sementara Ketua Perkumpulan Putra Tunggal Bukit Sangkilan, Sabki Saputra mengatakan program SMILE memberikan dampak positif bagi para petani swadaya. “Melalui program ini, kami mendapatkan bimbingan serta pelatihan tentang budidaya kelapa sawit berkelanjutan untuk mendapatkan sertifikasi RSPO, serta pemberian premi setelah memperoleh sertifikat RSPO. Kami berharap kerja sama ini dapat berlangsung terus menerus dan semoga semakin banyak petani swadaya yang dapat mengikuti program ini,” kata Sabki. (T2)
