InfoSAWIT, PALEMBANG – Sejak jaman penjajahan Belanda, egrek menggunakan sebilah tongkat yang disambung saat pemanenan. Dilakukan penyambungannya di luar tongkat dan sering bermasalah.
Keunggulan utama dari tongkat egrek yang di produksi CV Masena, menggunakan sambungan dalam, dengan proses mekanisasi derat dalam, sering disebut sistem rotary. “Produk alat panen kami, lebih kuat dan efisien dalam melakukan panen,” ujar Direktur CV Masena, Edwin.
Sistem rotary paling efektif dan efisien, digunakan pada pohon yang tingginya lebih dari 6 meter. Supaya kerja lebih cepat dan efisien. Sistem sambungan tongkat egrek yang menggunakan sistem rotary ini, juga dapat mendorong efisiensi biaya panen.
BACA JUGA: GAPKI Cabang Papua, Mewakili Lebih Dari 200 Ribu Hektar Perkebunan Kelapa Sawit
“Sistem rotary menjadikan pekerjaan pemanen lebih mudah dan efisien, serta mendapatkan hasil panen lebih besar,” ujar Edwin menjelaskan kepada InfoSAWIT, Sabtu (4/3/2023) di Palembang.
Cara panen pohon yang sudah tinggi juga sangat efisien. Lantaran, pohon yang tinggi membutuhkan effort lebih. Dengan menggunakan tongkat sistem rotary, maka waktu panen juga akan lebih cepat.
CV Masena juga menjadi distributor utama, alat panen egrek dengan merk kingoya, asal Malaysia. Merk legendaris ini, sejak 3 tahun terakhir Sudah digunakan di Indonesia. “Sudah 30 tahun, merek Kingoya, digunakan di Malaysia,” katanya.
BACA JUGA: Pengurus Indonesian Planters Society DPW Sumsel Resmi Dilantik
Sebagai informasi, CV Masena didirikan sejak 2009, dengan visi perusahaan, membantu perkebunan mendapatkan hasil panen maksimal. Dengan menggunakan alat panen yang diproduksi CV Masena, diharapkan mampu mendapatkan hasil panen maksimal, dengan biaya dan waktu yang efisien. (T1)
