InfoSAWIT, BANJARBARU – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Suparmi, membuka pelatihan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi pekebun sawit rakyat di Kabupaten Tanah Bumbu. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekebun dalam menerapkan praktek budidaya yang baik (Good Agricultural Practice), menggunakan benih bersertifikat, mendapatkan akses pendanaan peremajaan tanaman, serta memperkuat kelembagaan pekebun.
Suparmi menyatakan bahwa program ini juga bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan sertifikasi ISPO. “Dengan sertifikasi ISPO, permasalahan terkait legalitas lahan, produktivitas, dan sinergitas kemitraan antar lembaga dapat teratasi dengan baik,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari laman resmi Pemprov Kalsel ditulis Selasa (30/7/2024).
Pelatihan ISPO bagi pekebun sawit rakyat merupakan bagian dari program/kegiatan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) Kalsel, sesuai dengan amanat Inpres Nomor 6 Tahun 2019 dan Peraturan Gubernur Kalsel Nomor 13 Tahun 2023.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,27 Persen Pada Senin (29/7), Di Bursa Malaysia Lesu
Provinsi Kalsel dikenal dengan pengembangan perkebunan rakyatnya, yang memiliki sejarah perkembangan independen antara usaha perkebunan rakyat dan perkebunan besar. “Untuk pengembangan perkebunan rakyat, kami mengembangkan pendekatan budidaya yang baik. Sebagai contoh, pendekatan pengembangan tanaman kelapa sawit dan karet ditempuh melalui pengembangan perkebunan rakyat sebagai kebun plasma dengan pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat),” jelas Suparmi.
Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam mengembangkan perkebunan rakyat dengan pesat, serta berdampak positif terhadap penanggulangan kemiskinan, pengangguran, dan pengembangan wilayah.
Dalam upaya mencapai pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan, dukungan peningkatan kapasitas dan kapabilitas pekebun sangat diperlukan. Hal ini akan mempercepat pelaksanaan sertifikasi ISPO, menyelesaikan permasalahan terkait legalitas lahan, meningkatkan produktivitas, dan membangun sinergitas kemitraan antar lembaga, terutama antara perusahaan besar swasta dengan pekebun swadaya melalui pola plasma maupun pola kemitraan lainnya.
BACA JUGA: Mendorong Tumbuhnya Industri Hilir, Bagi Petani Sawit Rakyat Berkelanjutan
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPDPKS atas program pengembangan SDM PKS bagi pekebun di Kalsel. Program ini sangat membantu dalam mengubah pola pikir dan perilaku pekebun untuk mencapai tujuan bersama, yaitu peningkatan produksi dan produktivitas,” tutup Suparmi.
Dengan pelatihan ini, diharapkan pekebun sawit di Kalsel dapat lebih terampil dan profesional dalam mengelola kebun mereka, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara berkelanjutan. (T2)
