Penting disadari, bahwa mayoritas kebun sawit di Indonesia—sekitar 42%—dikelola oleh petani swadaya dan plasma. Ini bukan soal korporasi semata. Ini adalah soal penghidupan jutaan rakyat. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan petani, akses terhadap pembiayaan replanting, dan pendampingan teknis juga harus menjadi bagian dari strategi besar pemerintah. Visi Indonesia Emas tidak akan tercapai jika petani ditinggalkan.
Dalam konteks ini, PT Agrinas Palma bisa menjadi laboratorium kebijakan. Sebagai BUMN, ia tidak hanya mengejar profit, tetapi juga membawa misi pembangunan. Perusahaan ini bisa memimpin dalam penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan, seperti yang dimandatkan dalam Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Ia juga bisa menjadi motor inovasi: mengembangkan energi hijau dari limbah sawit, memproduksi pangan berbasis sawit, hingga membangun kawasan industri berkelanjutan di sekitar kebun.
Jika semua ini bisa diwujudkan, maka sawit akan menjadi lebih dari sekadar komoditas ekspor. Ia akan menjadi pilar swasembada pangan dan energi nasional. Ia akan menjadi tulang punggung ekonomi hijau Indonesia. Dan ia akan menjadi salah satu penggerak utama menuju Indonesia Emas 2045.
Tentu, semua ini butuh kepemimpinan yang kuat, kolaborasi lintas sektor, dan konsistensi kebijakan. Tapi landasan dasarnya sudah ada: lahan tersedia, pengalaman sudah dimiliki, dan pasar terbuka lebar. Tinggal bagaimana kita mengelola kekuatan ini dengan visi jauh ke depan.
Saat dunia berburu energi hijau dan pangan berkelanjutan, Indonesia punya jawabannya: kelapa sawit. Tinggal bagaimana untuk merawat, mengelola, dan memaksimalkan potensinya untuk generasi mendatang.
Harapan besar akan komitmen Presiden Prabowo dan PT. Agrinas Palma, dapat mendorong Indonesia berdaulat sebagai produsen dan konsumen sawit dunia, terutama mengambil alih peran EU yang telah memaksakan standar produk dan mekanisme pasar, seperti EUDR. (*)
Penulis: Edi Suhardi – Analis Minyak Sawit Berkelanjutan
Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis serta tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.
