InfoSAWIT, NUNUKAN — Sebanyak 63 peserta yang terdiri dari petani sawit, pekerja kebun, penyuluh, dan masyarakat sekitar kebun mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang digelar selama lima hari di Hotel Laura, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS) Tahun 2025 yang digagas Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.
Pelatihan ini dilaksanakan oleh PT Daya Guna Lestari (DGL) sebagai mitra pelaksana resmi. Kehadirannya di Nunukan menandai penyelenggaraan perdana program SDM-PKS oleh DGL di wilayah Kalimantan Utara.
Dalam pembukaan acara, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Mohtari, yang hadir mewakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan BPDP kepada Kalimantan Utara sebagai lokasi pelatihan.
BACA JUGA: Proyek Miliaran Rupiah dari BPDP Bakal Mengalir ke Kapuas Hulu, Berikut 3 Kopresi yang Beruntung
“Kami sangat berterima kasih kepada BPDPKS dan PT Daya Guna Lestari yang telah menghadirkan program ini di Nunukan. Ini menunjukkan perhatian terhadap potensi perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Utara yang terus berkembang,” ujar Mohtari dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (26/5/2025).
Ia juga menyinggung pentingnya integrasi antara komoditas sawit dan ketahanan pangan melalui program Tumbang Sisip, yakni penanaman padi di sela-sela tanaman kelapa sawit. “Melalui pelatihan ini, kami harap para petani bisa meningkatkan pengetahuan teknis mereka, tidak hanya untuk sawit tetapi juga mendukung diversifikasi pangan,” tambahnya.
Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penguatan keterampilan teknis budidaya kelapa sawit. “Di Kalimantan Utara, kami menyelenggarakan pelatihan dengan fokus pada aspek teknis karena melihat tingginya potensi dan kebutuhan penguatan kapasitas petani di wilayah ini,” jelas Gema.
BACA JUGA: SPKS Dorong Anak Petani Sawit Ikut Beasiswa, Gencarkan Sosialisasi di Sulawesi Tenggara
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian nasional yang juga akan digelar di provinsi lain sepanjang tahun 2025. “Kami percaya, penguatan SDM merupakan fondasi utama bagi industri sawit yang berkelanjutan,” katanya.
Para peserta pelatihan direkomendasikan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Perkebunan dan merupakan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat perkebunan di Nunukan. Mereka akan dibekali berbagai materi teknis yang langsung berkaitan dengan peningkatan produktivitas dan manajemen kebun sawit.
Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi peserta, tetapi juga mendorong tumbuhnya petani sawit mandiri yang profesional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan industri perkebunan ke depan. (T2)
