InfoSAWIT, CANBERRA – Harga jagung di bursa berjangka Chicago terkoreksi pada perdagangan Senin (21/7), menyusul reli jangka pendek pekan lalu yang sempat mendorong harga naik 3,8 persen. Pelaku pasar saat ini tengah menyeimbangkan kekhawatiran akan dampak cuaca panas ekstrem terhadap hasil panen jagung AS dengan kondisi pasokan global yang relatif melimpah.
Kontrak jagung paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,4% menjadi US$4,26 per bushel pada pukul 02.45 GMT. Sementara itu, kedelai melemah 0,6% ke US$10,29-1/4 per bushel, dan gandum turun 0,4% ke US$5,44 per bushel.
Ketiga komoditas utama tersebut masih berada di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir akibat pasokan global yang cukup. Namun, perkiraan cuaca panas yang akan melanda wilayah pertanian utama di Amerika Serikat mendorong kekhawatiran terhadap potensi penurunan hasil panen, khususnya untuk jagung dan kedelai.
BACA JUGA: NTP Petani Sulbar Tertinggi Nasional, Transmigran Sawit Dorong Kesejahteraan Warga
Menurut Tobin Gorey, pendiri lembaga riset pertanian Cornucopia, sekitar 7% pasokan jagung dunia saat ini terancam oleh kondisi cuaca buruk, termasuk di wilayah AS, Ukraina, dan Rusia. “Pasar biji-bijian kasar menghadapi ancaman cuaca serius untuk pertama kalinya musim panas ini di belahan bumi utara,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Selasa (22/7/2025). “Kekhawatiran ini cukup besar untuk mengangkat harga, dan kemungkinan sudah mulai terjadi pekan lalu.”
Di sisi lain, kebijakan energi terbarukan AS yang terus mendorong produksi biofuel menyebabkan lebih banyak kedelai diolah menjadi bahan baku minyak kedelai (soyoil), yang sempat menyentuh harga tertinggi dalam dua tahun terakhir. Namun, penurunan harga soyoil hari ini turut menekan pasar kedelai.
Panen gandum musim dingin di AS yang mendekati akhir juga sedikit meredakan tekanan penurunan harga di pasar gandum. Sementara itu, dana komoditas tercatat sebagai pembeli bersih untuk jagung, kedelai, dan gandum sepanjang pekan lalu, menurut laporan para trader.
BACA JUGA: Mimpi Sawit Bebas Emisi
Departemen Pertanian AS (USDA) dijadwalkan merilis pembaruan mingguan kondisi tanaman pada hari ini, yang akan menjadi acuan penting bagi pasar dalam menilai risiko produksi.
Sementara di Eropa, kantor pertanian Prancis, FranceAgriMer, melaporkan bahwa petani berhasil mempercepat proses panen gandum pada pekan lalu. Namun, kondisi lahan jagung dilaporkan terus memburuk akibat cuaca kering yang melanda beberapa wilayah di negara tersebut. (T2)
