InfoSAWIT, KOTA KINABALU – Petani kecil sawit kian meneguhkan peran mereka dalam rantai pasok berkelanjutan. Hingga 31 Agustus 2025, sebanyak 209.033 petani kecil di seluruh Malaysia, dengan luasan 747.012 hektare, telah meraih sertifikasi Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO).
Di Sabah sendiri, terdapat 29.918 petani kecil dengan areal 184.564 hektare yang sudah tersertifikasi. Capaian ini, menurut Malaysian Palm Oil Board (MPOB), menjadi bukti bahwa petani kecil tidak lagi berada di pinggiran industri, melainkan bagian penting dari upaya kolektif menjaga keberlanjutan.
Komitmen pemerintah pun terlihat nyata. Di Pitas, Sabah, lebih dari RM2 juta digelontorkan untuk memperkuat keterlibatan petani kecil dalam rantai nilai sawit berkelanjutan. Salah satunya melalui skema TSPKS 2.0, insentif pembiayaan peremajaan sawit rakyat.
BACA JUGA: Poltek Kelapa Sawit CWE Gelar MPOMB Agrinusa 2025, Kenalkan Kampus dan Prospek Karier Industri Sawit
Dilansir InfoSAWIT dari The Edge Malaysia, Jumat (12/9/2025), Wakil Menteri Perladangan dan Komoditas, Datuk Chan Foong Hin, menyerahkan cek senilai RM713.322 kepada delapan penerima program tersebut, mencakup areal peremajaan 39,63 hektare.
Skema TSPKS 2.0 ini dirancang khusus untuk petani kecil dengan kebun di bawah 10 hektare. Hingga kini, 707 aplikasi dengan total luas 3.034,20 hektare di Sabah telah disetujui. MPOB menegaskan, dukungan teknis akan terus digulirkan melalui kantor MPOB Tunas yang tersebar di 49 titik dengan 190 petugas pendamping.
Tak hanya mendampingi sertifikasi, petugas Tunas juga aktif membimbing praktik agronomi yang baik, hingga membantu replanting pohon sawit tua dan tidak produktif. Langkah ini diyakini penting agar petani kecil mampu bersaing di pasar global, terutama menghadapi regulasi baru Uni Eropa.
BACA JUGA: Kemitraan Sawit Dongkrak Ekonomi Daerah, Gubernur Harum Apresiasi Sinar Mas
MPOB menyambut positif penundaan penerapan penuh European Union Deforestation Regulation (EUDR) hingga Desember 2025. Tambahan waktu ini disebut sebagai peluang emas bagi industri sawit Malaysia untuk memperkuat standar keberlanjutan, sekaligus memastikan produk dari petani kecil dapat diterima di pasar internasional yang makin ketat. (T2)
