MPOC: Harga CPO Februari Diproyeksi Stabil di Kisaran RM4.000–RM4.300 per Ton

oleh -1.986 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Ilustrasi Crude Palm Oil (CPO).

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) diperkirakan bergerak stabil atau range-bound pada Februari 2026, dengan kisaran RM4.000 hingga RM4.300 per ton, seiring penurunan musiman produksi dan stok. Proyeksi tersebut disampaikan Malaysian Palm Oil Council (MPOC) dalam pernyataan resminya, Selasa.

MPOC menilai, penguatan harga sawit secara berkelanjutan masih membutuhkan katalis baru. Di antaranya, jika Indonesia menjalankan mandatori biodiesel B45 secara progresif, harga minyak mentah dunia kembali pulih, atau adanya kepastian kebijakan biofuel Amerika Serikat yang berpotensi meningkatkan permintaan minyak kedelai (soybean oil).

“Harga CPO tetap bertahan di atas RM4.000 per ton sepanjang Januari, meskipun menghadapi sejumlah tekanan fundamental. Ini menunjukkan level tersebut mulai membentuk structural floor dalam jangka pendek, dengan risiko penurunan yang terbatas,” tulis MPOC dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Kamis (22/1/2026).

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Januari 2026 Naik Rp 61,09 per Kg

 

B50 Ditunda, Fokus Pasar Kembali ke Fundamental

MPOC juga menilai ketidakpastian kebijakan biodiesel Indonesia mulai mereda, setelah pemerintah Indonesia memastikan program B50 ditunda karena perbandingan harga CPO dan gas oil yang dinilai belum mendukung.

Dengan narasi B50 yang untuk sementara tersisih, perhatian pasar kini kembali tertuju pada faktor utama yang selama ini menjadi penggerak harga, yakni produksi, kinerja ekspor, dan level stok.

Dalam konteks itu, MPOC memprediksi permintaan impor global terhadap minyak sawit pada kuartal pertama 2026 berpotensi menguat, bahkan bisa melampaui permintaan minyak kedelai.

BACA JUGA: B50 Indonesia Ditunda, Malaysia Dianggap Lebih Kompetitif di Ekspor CPO

MPOC menilai secara harga, minyak sawit masih unggul dibanding minyak nabati pesaing. Namun, pemulihan permintaan dari India dinilai belum sepenuhnya terjadi. Salah satu penyebabnya adalah pelemahan nilai tukar rupee India terhadap ringgit Malaysia.

 

Meski demikian, MPOC melihat kondisi ini bersifat sementara.

“India pada akhirnya tetap harus mengimpor minyak sawit, terlepas dari pergerakan mata uang, karena secara struktural minyak sawit tetap paling kompetitif dari sisi biaya,” tulis MPOC.

Selain faktor permintaan, MPOC juga menyoroti rencana Indonesia menaikkan pungutan ekspor CPO menjadi 12,5% mulai 1 Maret 2026. Kebijakan ini diperkirakan akan membuka peluang Malaysia memperkuat pangsa pasarnya, khususnya di India, sekaligus mendorong penurunan stok minyak sawit domestik.

BACA JUGA: Wamenhut: Sawit Terbangun di Kawasan Hutan Capai 3,32 Juta Hektare, Data Terbaru Dekati 4 Juta

“Peningkatan levy ekspor Indonesia diperkirakan memperbaiki pangsa pasar Malaysia di India dan berkontribusi pada penurunan stok minyak sawit domestik,” lanjut MPOC.

Dari sisi pasokan, MPOC menyebut faktor musiman juga diproyeksikan memberi dukungan pada harga. Februari yang menjadi bulan perdagangan lebih singkat, ditambah banyaknya hari libur seperti Thaipusam, Tahun Baru Imlek, serta awal bulan puasa, berpotensi menekan produktivitas panen dan membatasi pasokan dalam jangka pendek.

Kondisi tersebut dinilai akan menjadi salah satu penahan tekanan harga, sekaligus menjaga pergerakan CPO tetap kuat di tengah dinamika pasar global. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com