DSI Mengurus Sawit, Siapa Menjamin Nasib 17 Juta Petani dan Buruh?

oleh -198 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Mansuetus Darto /Ketua Umum POPSI (Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia) dan Dewan Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).

Apakah pembayaran kepada petani menjadi lebih cepat?, Apakah harga TBS membaik di bawah DSI?, Apakah biaya transaksi menurun?, Apakah ekspor menjadi lebih efisien?
Apakah rente dan korupsi benar-benar berkurang?, Program sebesar ini tidak boleh berjalan tanpa indikator keberhasilan yang jelas.

Pengalaman MBG layak menjadi pelajaran. Jika ukuran keberhasilan hanya berhenti pada jumlah dapur atau piring yang tersedia, sementara kondisi anak tidak pernah benar-benar diukur sebelum dan sesudah program berjalan, maka yang tercipta hanyalah ilusi capaian administratif.

Petani sawit justru memiliki KPI mereka sendiri—sederhana, tetapi nyata. Mereka mencatat harga TBS sebelum DSI hadir, merujuk pada harga CPO per 19 Mei. Pertanyaannya, apakah DSI mampu mengubah kondisi itu menjadi lebih baik?

BACA JUGA: Hadapi Ganoderma, BRIN Perkuat Inovasi Benih dan Teknologi Deteksi Sawit

Jika jawabannya tidak jelas, maka publik berhak khawatir. Sebab sejarah pengelolaan sumber daya alam Indonesia menunjukkan bahwa masalah terbesar sering kali bukan terletak pada kurangnya lembaga, melainkan lemahnya kapasitas dan tata kelola lembaga yang sudah ada.

Sawit terlalu penting untuk dipertaruhkan pada asumsi bahwa negara pasti mampu menjalankannya.

Dalam industri yang menopang kehidupan 17 juta orang, kepercayaan tidak dibangun melalui perluasan kewenangan semata. Ia dibangun melalui kapasitas yang terbukti. Jika kapasitas negara ternyata tidak sebanding dengan besarnya mandat yang dibebankan kepada DSI, maka yang akan menanggung akibatnya bukan para perumus kebijakan, melainkan jutaan petani dan buruh yang selama ini menjadi tulang punggung industri sawit Indonesia.

Jika tidak, maka Harold Laswell dan Thomas R. Dye, bisa jadi benar bahwa kebijakan tanpa rumusan yang jelas adalah kepentingan elit. (*)

Penulis: Mansuetus Darto /Ketua Umum POPSI (Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia) dan Dewan Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).

Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis dan tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com