Kini sudah hampir lebih dari 38 tahun dirinya bergelut di sektor perkebunan kelapa sawit, berbagai perusahaan perkebunan pernah merasakan tangan dinginnya, berbagai posisi pun pernah pula dilakoninya, hingga kini akhirnya berlabuh di BGA Group.
Banyak cerita yang terkadang tidak bisa dilupakan saat bekerja di sektor perkebunan, demikian juga Kamsen, yang pernah harus berurusan dengan masyarakat akibat salah paham atau harus menolong pekerja kebun yang terkena musibah.
Diakui Kamsen, di perkebunan kelapa sawit masalah sosial masih menjadi tantangan terbesar, apalagi adanya regulasi yang masih banyak tumpang tindih dan masih kurangnya ketegasan dalam menegakan regulasi.
BACA JUGA: Mengenal Cellulosic Ethanol: Biofuel Generasi Kedua dari Limbah Sawit
Tantangan itu pun berbeda untuk setiap kegiatan, semisal tantangan saat membuka perkebunan kelapa sawit baru berbeda dengan tantangan yang dihadapi saat kebun sawit sudah mulai berproduksi.
Demikian juga saat masa perawatan kebun hingga dilakukannya tahap konversi atau serah terima kebun ke masyarakat. “Masalah klaim area saat pembukaan kebun dan pemeliharaan beda cerita, termasuk saat produksi dan hubungan dengan petani serta permasalahan lainnya,” tuturnya.
Guna menghadapi masalah di setiap kegiatan di perkebunan kelapa sawit itu, kata Kamsen, tidak diajarkan di sekolah tetapi justru didapat dari pengalaman sehari-hari, dan untuk menyelesaikan masalah juga tidak bisa dilakukan seorang diri. “Tidak ada teori nya, lantas dalam menangani masalah sosial tidak bisa dilakukan secara sendiri,” katanya.
BACA JUGA: Gubernur Riau Sebut Ada 4 Pemicu Munculnya Konflik Masyarakat Dengan Perusahaan Sawit
Lebih lanjut kata Kamsen, membangun kebun kelapa sawit tidak hanya dipahami sebagai proyek dari perusahaan saja, tetapi justru memiliki misi yang lebih luas utamanya berkaitan dengan masyarakat. Apalagi Masyarakat adalah mitra yang terdekat dengan perkebunan kelapa sawit, lantas berkembangnya perkebunan kelapa sawit ke suatu wilayah juga semestinya berdampak positif bagi masyarakat.
