“Kami sudah menyiapkan strategi kampanye positif di Uni Eropa. Ini sekaligus untuk mengimbangi opini terkait sawit yang masih negatif di kalangan masyarakat dan pengambil kebijakan di Eropa,” jelas Mauli dalam keterangannya diterima InfoSAWIT, Sabtu (4/5/2024).
Sekretaris Jenderal Apkasindo, Rino Afrino, menyoroti kontribusi besar petani kecil dalam industri kelapa sawit Indonesia. Dengan luas perkebunan yang dikuasai oleh petani swadaya, perlindungan terhadap kepentingan mereka menjadi penting. Rino menegaskan bahwa petani kelapa sawit menghadapi sejumlah tantangan, termasuk produktivitas yang relatif rendah dan fluktuasi harga minyak sawit.
Dampak potensial dari EUDR terhadap petani kecil Indonesia menjadi perhatian serius. Mulai dari beban biaya implementasi hingga penurunan pendapatan akibat harga turun, petani kecil dihadapkan pada tantangan besar dalam menghadapi regulasi ini.
BACA JUGA: Studi WALHI: Ekonomi Nusantara Sebagai Solusi Pemulihan Indonesia
Dalam menghadapi situasi ini, semua narasumber memandang perlunya dukungan bersama dari berbagai pihak, baik pemerintah, industri, maupun masyarakat luas. Kampanye positif, diplomasi, dan perlindungan terhadap kepentingan petani kecil menjadi kunci untuk menjaga industri kelapa sawit Indonesia tetap berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global. (T2)
