Setelah pengukuhan, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan Workshop Tata Kelola Sawit yang terdiri dari dua sesi. Sesi pertama akan membahas Penguatan Tata Kelola Sawit, sedangkan sesi kedua berfokus pada dukungan para pemangku kepentingan untuk hilirisasi tandan buah segar (TBS) petani sawit.
“Topik yang diangkat sangat relevan dengan isu-isu terkini, seperti penundaan European Union Deforestation Regulation (EUDR), tantangan debet-kredit minyak sawit (CPO) domestik terkait biodiesel dan pangan, hingga tajamnya tarif impor CPO oleh India,” jelas Gulat.
Menjelang transisi kepemimpinan dari Presiden Jokowi ke Presiden terpilih Prabowo, Gulat menyatakan harapan besarnya agar industri sawit Indonesia semakin kokoh di bawah pemerintahan baru. “Kami, petani sawit, siap mendukung penuh,” tegasnya.
BACA JUGA: Ketua Yayasan Citra Widya Edukasi: Lulusan Poltek Kelapa Sawit CWE Harus Bisa Terus Berkembang
Dengan optimisme dan semangat baru, APKASINDO siap menghadapi tantangan ke depan dan memperkuat posisi industri sawit Indonesia di panggung global. (T2)
