“Listrik yang dihasilkan BPP digunakan untuk mendukung fasilitas produksi kami dan perumahan karyawan, sebagai salah satu upaya perusahaan untuk memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit dan komitmen kami dalam menerapkan praktik keberlanjutan,” ujar Wishnu.
Pembangunan KCP dan BPP ini didanai oleh hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) TLDN, sesuai dengan strategi pertumbuhan perusahaan. Dari total dana IPO yang diperoleh, 15% dialokasikan untuk pembangunan KCP melalui anak usaha TLDN, PT Telen Prima Sawit, sementara 14% dialokasikan untuk BPP melalui entitas anak lainnya, PT Daya Lestari.
Ekspansi ini menunjukkan komitmen TLDN dalam memajukan pengolahan kelapa sawit yang berkelanjutan dan meningkatkan potensi ekonomi sumber dayanya, memperkuat peran perusahaan dalam mendorong praktik keberlanjutan di industri kelapa sawit Indonesia. (T2)
