Program pertanian regeneratif yang dijalankan oleh Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) bersama Yayasan Setara Jambi, dan didukung oleh FONAP, telah diterapkan di areal kelompok petani anggota Forum Petani Swadaya Merlung Renah Mendaluh (MRM) dan Asosiasi Petani Berkah Mandah Lestari (APBML), Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
Tahun ini, praktik pertanian regeneratif diperluas ke Simalungun, Sumatera Utara, dan Ketapang, Kalimantan Barat, dengan dukungan dari mitra seperti SNV, Agriterra, dan Rainforest Alliance.
“Kami tidak hanya ingin produktif, tapi juga peduli pada tanah, air, dan keanekaragaman hayati di kebun kami,” ujar salah satu petani anggota APBML.
Mewujudkan kebun sawit berkelanjutan dengan tanah yang sehat memang tidak instan. Namun, investasi jangka panjang dalam pertanian regeneratif terbukti meningkatkan produktivitas kebun, memperkuat ekosistem lokal, dan menjadi bagian dari kontribusi nyata petani sawit swadaya terhadap mitigasi perubahan iklim global.
FORTASBI menegaskan bahwa regeneratif bukan sekadar metode pertanian baru, tetapi sebuah gerakan kolektif untuk memperkuat masa depan pertanian yang berakar pada tradisi lokal, namun berpandangan jauh ke depan. (T2)
