India Pangkas Pembelian Minyak Kedelai, Peluang Pasar Minyak Sawit Makin Terbuka

oleh -9.026 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
Info sawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi bulking storage minyak sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – India sebagai pembeli minyak nabati terbesar dunia mulai memangkas pembelian minyak kedelai (soybean oil) dari Amerika Selatan. Pelemahan nilai tukar rupee yang jatuh ke level terendah sepanjang sejarah membuat harga minyak impor kian mahal, sekaligus memperlebar selisih harga dengan minyak nabati di pasar domestik.

Dilansir InfoSAWIT dari Bloomberg, Sabtu (24/1/2026), India telah membatalkan pengiriman minyak kedelai dari Brasil dan Argentina sebanyak 35.000–40.000 ton, yang sebelumnya dipesan untuk pengiriman Februari serta periode April–Juli. Total pembatalan bahkan diperkirakan bisa melampaui 50.000 ton.

Informasi tersebut disampaikan Aashish Acharya, Wakil Presiden Patanjali Foods Ltd., salah satu pembeli minyak nabati terbesar di India. Sejumlah pedagang lain yang dihubungi Bloomberg juga mengonfirmasi adanya pembatalan tersebut.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 21 – 27 Januari 2026 Naik Rp 22,93 per Kg

 

Setelah Desember, Pembatalan Kembali Terjadi

Pembatalan terbaru ini menambah daftar aksi serupa yang terjadi sebelumnya. Pada Desember, pembeli India juga diketahui mundur dari kontrak minyak kedelai asal Argentina lebih dari 100.000 ton, setara sekitar 20% dari volume impor minyak nabati India dalam satu bulan.

India sendiri masih sangat bergantung pada impor, karena sekitar 60% kebutuhan konsumsi minyak makan negara itu dipenuhi dari pembelian luar negeri.

Menurut Acharya, kombinasi rupee yang melemah dan harga global yang naik membuat harga minyak kedelai Amerika Selatan diperdagangkan US$25–US$30 per ton lebih mahal dibanding pasokan lokal.

BACA JUGA: Sawit Tumbuh Subur di Lahan Marginal, Prof Budi dari IPB Tekankan Peran Strategis bagi Indonesia

Dengan selisih tersebut, impor menjadi tidak ekonomis dan mendorong pembeli melakukan “cash out” atau membatalkan kontrak pengiriman. Di saat yang sama, perhatian pembeli mulai beralih ke minyak nabati tropis yang dinilai lebih menarik karena diperdagangkan dengan diskon.

Data Bloomberg juga menunjukkan premi minyak kedelai terhadap minyak sawit telah meningkat tajam. Selisih harga keduanya disebut telah berlipat ganda sejak awal tahun, dengan premi minyak kedelai terhadap sawit kini mencapai sekitar US$145 per ton.

 

China Serap Kedelai, Pasokan Minyak Kedelai Mengetat

Tekanan pada harga juga datang dari sisi pasokan. Stok minyak kedelai Amerika Selatan disebut semakin ketat setelah China meningkatkan pembelian kedelai, sehingga mengurangi ketersediaan bahan baku untuk dihancurkan (crushing) menjadi minyak.

BACA JUGA: Menahan DHE, Menekan Sawit: Kebijakan Makro yang Mengorbankan Petani Sawit

Bloomberg juga mencatat harga minyak kedelai Argentina untuk pengiriman dekat berada pada level tertinggi dalam lebih dari satu tahun, berdasarkan data Commodity3.

 

Prospek Sawit Menguat, Import Palm Oil Berpotensi Naik

Di sisi lain, kenaikan harga minyak kedelai global belum sepenuhnya tercermin di pasar India, lantaran pelemahan rupee membuat harga lokal tidak bergerak sejalan. Kondisi ini dinilai akan mendorong pembatalan impor minyak kedelai lebih lanjut, sekaligus membuka peluang meningkatnya impor minyak sawit.

“Ketidaksesuaian ini bisa memicu lebih banyak pembatalan pembelian minyak kedelai dan mendorong impor minyak sawit,” ujar Mayur Toshniwal, Presiden sekaligus Head of Trading di Emami Agrotech Ltd., perusahaan pengolah minyak nabati dan produsen biodiesel di India, seperti dikutip Bloomberg.

BACA JUGA: SPKS Seruyan Tancap Gas: Peremajaan Sawit Rakyat, ISPO, hingga Sertifikasi Yuridiksi

Perkembangan tersebut menjadi sinyal penting bagi pasar minyak nabati global. Ketika biaya impor minyak kedelai melonjak, minyak sawit berpotensi kembali menjadi opsi utama untuk negara-negara sensitif harga seperti India—yang selama ini menjadi salah satu pasar strategis bagi ekspor sawit dunia. (T2)

 

 

 

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com