“Kita punya prinsip, kita punya aturan. Jangan sampai kita kehilangan identitas hanya karena tekanan. Justru kita harus menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengelola sawit secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Di hadapan insan media, Hendratmojo berharap pemberitaan sawit tidak hanya berfokus pada sisi kontroversial, tetapi juga menampilkan berbagai capaian dan perbaikan yang telah dilakukan pelaku usaha maupun pemerintah.
“Mari kita ceritakan yang positif dan konstruktif. Kita bangun pondasi bersama, supaya industri ini tetap hidup dan memberi manfaat bagi bangsa,” pungkasnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode IV-Februari 2026 Tertinggi Rp 3.325,89 per Kg
Dengan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, petani sawit, dan media, kampanye sawit baik diharapkan mampu memperkuat citra industri sawit Indonesia sebagai sektor strategis yang berkelanjutan dan berdaya saing global. (T2)
