Untuk cara tersebut, ungkap Didid, tantangannya adalah menentukan siapa yang masuk bursa CPO. Pihaknya masih harus membuat kajian lebih lanjut untuk menentukan opsi tersebut.
Kemudian opsi ketiga adalah seluruh CPO bisa masuk ke dalam bursa. Bappebti sendiri sampai saat ini masih terus mengkaji aturan mana yang bisa diterapkan pada bursa. Ia juga tidak menampik jika ke depannya akan ada alternatif lain untuk skema bursa CPO.
“Saya pikir ada jalan tol tapi ternyata belum dibangun, kami masih berusaha effort lah. Tentu kami akan menentukan di paruh pertama April ini, kami bisa menentukan jalannya seperti apa sehingga peraturannya bisa dibikin karena sekarang kami belum masuk ke peraturannya,” kata Didid.
BACA JUGA: Kelapa Sawit Berkelanjutan Terbukti Membangun Ekonomi Perdesaan
Didid berharap bursa CPO bisa rampung pada Juni 2023 seperti yang telah ditargetkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Menurutnya, aturan-aturan yang ada pada bursa CPO harus digarap dengan sangat teliti. Sebab, tak ingin kehadiran bursa CPO malah membuat ekspor Indonesia jadi menurun. (T2)
