Rencana Membangun Bursa Minyak Sawit ala Indonesia, Bappebti Tawarkan Tiga Opsi

oleh -5.328 Kali Dibaca
infosawit
Dok. Humas Kemendag/ Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko

InfoSAWIT, JAKARTA – Lantaran harga minyak sawit mentah (CPO) masih mengacu di pasar spot CIF Rotterdam dan Bursa Berjangka Malaysia (MDEX), maka pemerintah mengambil sikap supaya Indonesia bisa pula mengatur harga CPO dunia, apalagi Indonesia selaku produsen utama minyak sawit global.

Maka itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengamanatkan kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk segera membentuk Bursa yang mampu menghasilkan patokan harga minyak sawit.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko, telah menyiapkan tiga opsi untuk mewujudkan bursa crude palm oil/minyak sawit mentah (CPO) pada Juni 2023, yakni pertama, bursa ini hanya melakukan pencatatan, pasarnya tidak bertemu di bursa sehingga nanti akan dibuat harga rata-rata seperti bursa Rotterdam.

BACA JUGA: Saat BBJ Gagal Jadi Barometer Harga CPO Dunia

Kata Didid, cara tersebut tidak efektif membentuk harga karena hanya mencatat harga yang sudah terjadi saja. “Ini bukan yang kami inginkan tapi yang paling mudah,” katanya saat diskusi media di Jakarta, Jumat (31/3/2023).

Lantas opsi kedua, berupa volume perdagangan CPO  di Bursa dilakukan sebanyak  10 persen dari total ekspor CPO, yang mana pada 2022 lalu total ekspor CPO mencapai 26 juta ton. “Dari 10 persen tersebut, akan dijadikan price discovery di mana pembeli dan penjual saling berinteraksi untuk mendapatkan harga. Setelah itu, ditarik menjadi price reference atau harga acuan,” katanya dilansir InfoSAWIT dari Antara.


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com