Berbagai proses perbaikan perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani kelapa sawit, juga harus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia. Program fasilitas sarana dan prasarana perkebunan sawit rakyat dari pemerintah dan berbagai bantuan LSM serta sponsornya, dapat menjadi dorongan besar bagi perbaikan perkebunan kelapa sawit milik petani.
Di sisi lain, pola kemitraan perusahaan perkebunan dengan petani kelapa sawit, juga bisa menjadi solusi berikutnya. Lantaran, pola kemitraan antara perusahaan dengan petani yang sejajar dan transparan, terbukti dapat membawa kesejahteraan bagi kedua belah pihak. Yang perlu menjadi perbaikan, berasal dari keberadaan industri perbankan sebagai pendukung pembiayaan, yang mewajibkan adanya penjamin kerjasama, disinilah akar persoalannya.
Kewirausahaan Petani Kelapa Sawit
Mekanisme pembiayaan dari dunia perbankan, harusnya dapat dilakukan dengan mekanisme yang lebih sederhana. Bagi petani kelapa sawit, mereka bisa di organisir dalam bentuk kelompok atau koperasi, kemudian bisa dilakukan penyuluhan dan pendampingan guna mengelola secara bersama. Pendampingan wadah dan keorganisasian petani dapat dilakukan LSM bersama Perusahaan perkebunan kelapa sawit, guna mendorong kewirausahaan petani kelapa sawit.
BACA JUGA: Wanita Tangguh Ini Jadi Ujung Tombak Layanan Kesehatan Petani Sawit Anggota Koperasi
Jadi, tidak harus perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menjadi avalis atau penjamin atas kerjasama pembiayaan perbankan, melainkan dapat dilakukan petani sendiri secara berkelompok. Dengan mendorong kewirausahaan petani kelapa sawit, maka Indonesia akan menjadi negara maju yang berasal dari kekuatan sendiri. Tak hanya wilayah perkotaan yang dapat memajukan daerahnya, melainkan dapat dilakukan dari seluruh pelosok desa yang memiliki perkebunan kelapa sawit.
Mekanisme Kewirausahaan petani kelapa sawit juga akan memberikan keuntungan besar bagi pemerintah, lantaran dapat mendukung program pajak bagi pembangunan nasional. Jika petani kelapa sawit memiliki kemampuan wirausaha, maka posisi tawar akan lebih baik dan perusahaan perkebunan kelapa sawit juga akan lebih mudah dalam membangun bisnisnya di masa depan.
BACA JUGA: Petani Sawit Gelar Aksi Damai di Depan DPRD Jambi, Tuntut Pengembalian Lahan
Menghasilkan minyak sawit berkelanjutan, tak hanya menjadi proses produksi semata, melainkan dapat mendorong kemajuan bersama bagi para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit yang banyak terdapat di Indonesia. Dengan memiliki kemampuan wira usaha, maka petani kelapa sawit di berbagai pelosok daerah, akan mampu berdikari dan menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sebagai bentuk dari Komitmen Hijau Bersama. (*)
Editorial Majalah InfoSAWIT Edisi Mei 2023
Penulis: Ignatius Ery Kurniawan
