BRICS Buka Peluang Perdagangan Minyak Kelapa Sawit Lebih Adil

oleh -21.521 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/BRICS Buka Peluang Perdagangan Minyak Kelapa Sawit Lebih Adil.

Ekonomi selalu menjadi yang utama dalam organisasi ini. Pada dasarnya, BRICS merupakan kumpulan negara-negara berkembang yang ingin mempertahankan dan meningkatkan Kerjasama ekonomi. Tuntutan reformasi global disebabkan tidak proporsionalnya representasi anggota BRICS dalam lembaga-lembaga keuangan global.

Meskipun banyak analis di negara maju melihat ekspansi BRICS sebagai langkah menuju jalan yang belum dipetakan, dengan aktor-aktor baru yang memiliki kepentingan yang beragam, BRICS yang lebih besar akan meningkatkan perannya yang diproyeksikan sebagai alternatif geopolitik terhadap institusi global yang didominasi oleh dunia Barat.

Indonesia, negara-negara berkembang dan anggota BRICS selama ini telah dikecewakan dan frustrasi dengan ambisi Uni Eropa untuk mengatur industri dan norma-norma perdagangan komoditas penting yang diproduksi oleh Indonesia dan banyak anggota BRICS, seperti minyak kelapa sawit. Uni Eropa juga memperkenalkan hambatan non-tarif dan langkah-langkah proteksionisme, yang secara langsung akan mempengaruhi ekspor ke negara-negara Uni Eropa.

BACA JUGA: Luhut: Instrumen Kebijakan Sawit Bisa Pengaruhi Outcome di Domestik dan Internasional

Setidaknya ada lima hambatan perdagangan antara Indonesia dan beberapa anggota BRICS dengan UE.

Pertama, tarif tambahan untuk baja, yang diasumsikan terkait dengan larangan ekspor bijih nikel. Saat ini, banding Indonesia atas keputusan WTO sedang diperiksa di Badan Banding WTO.

Kedua, tarif tambahan untuk ekspor biodiesel, yang saat ini sedang dalam proses pengaduan sengketa di WTO.

BACA JUGA: ESDM Yakinkan Pengembangan Biodiesel Berbasis Sawit Tak Ganggu Pangan

Ketiga, hambatan non-tarif untuk minyak kelapa sawit dengan alasan kesehatan, karena adanya kontaminan yang juga terdapat pada minyak nabati lainnya.

Keempat, hambatan tarif dan non-tarif dalam bentuk Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), untuk semen, besi dan baja, aluminium, pupuk, listrik, dan hidrogen.

Terakhir, hambatan non-tarif berupa Peraturan Bebas Deforestasi Uni Eropa (EUDR), untuk komoditas kedelai, daging sapi, minyak kelapa sawit, kayu, kakao, kopi, dan karet.


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com