Berikut 10 Taipan yang Kuasai Sektor Sawit Indonesia, Dorong Ketimpangan Ekonomi

oleh -12.951 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Sawit Fest 2021/Foto: Dede Sugiana/Ilustrasi kebun sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Berdasarkan temuan TuK INDONESIA, pada tahun 2021, luas areal perkebunan sawit di Indonesia mencapai  15  juta  hektare,  atau  sekitar  seluas  Tunisia.  Periode 2017-2021, terjadi peningkatan  signifikan  sebesar  2,7  juta hektare, yang setara dengan luas Albania. Sebaran  perkebunan  kelapa sawit terluas tercatat di   Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, masing-masing memiliki luas areal perkebunan sawit terbesar, yaitu 2,9 juta hektare, 2,07 juta hektare, dan 2,05 juta hektare.

“Dari total luas perkebunan kelapa sawit ini, para taipan dalam studi ini menguasai lebih dari 3,9 juta hektare lahan sawit, yang setara dengan 26% dari total luar areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2021,” demikian catat pihak TuK Indonesia dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (16/10/2023).

Sebaliknya, rumah tangga petani terus mengalami penurunan penguasaan lahan. Data dari Badan Pusat Statistik (2019) menunjukkan bahwa pada 2013, terdapat 14,25 juta petani yang menguasai lahan kurang dari 0,5 hektar, sementara pada 2018 jumlahnya meningkat menjadi 15,81 juta petani, atau sekitar 57,12% dari total jumlah rumah tangga petani pada tahun tersebut yang mencapai 27,68 juta rumah tangga.

BACA JUGA: Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Melemah 0,37 Persen

Ketimpangan penguasaan lahan ini semakin terlihat dari pendapatan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pulp dan kertas yang dikendalikan  oleh  para  Taipan.  Pada  tahun  2021,  pendapatan  mereka  mencapai hampir US$ 100 miliar dengan keuntungan sebesar US$ 5 miliar. Dari 24 perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang dikendalikan oleh Taipan, sembilan di antaranya terdaftar di bursa saham Jakarta, dan sisanya tersebar di berbagai bursa saham internasional.

Pendapatan yang besar ini membuat para Taipan menjadi orang-orang dengan nilai kekayaan yang sangat besar. Dalam laporan ini, tercantum 10 besar Taipan terkaya di sektor perkebunan kelapa sawit, mereka adalah:

  1. Budi Hartono (Djarum) US$ 20.500 juta,
  2. Keluarga Widjaja (Sinar Mas) US$ 9.700 juta,
  3. Keluarga Keswick (Jardine Matheson) US$ 8.684 juta,
  4. Anthoni Salim (Group Salim),
  5. Lee Yeow Chor & Yeow Seng (IOI) US$ 4.600 juta,
  6. Bachtiar Karim (Musim Mas Group) US$ 4.000 juta,
  7. Kuok Khoon Hong (Wilmar) US$ 3.800 juta,
  8. Lim Kok Thay & Lim Keong Hui (Genting Group) US$ 2.300 juta,
  9. Martua Sitorus (Wilmar / KPN Corporation) US$ 2.000 juta,
  10. Keluarga Fangiono (Fangiono Agro Plantation (FAP Agri) US$ 1.800 juta.

BACA JUGA: Konflik Plasma Sawit di Seruyan, DPR Minta Pemerintah Perhatikan Tututan Warga

“Dominasi para Taipan ini turut didukung oleh dana yang besar dari institusi keuangan berupa pinjaman bank yang mencapai jumlah yang sangat signifikan. Menurut data dari Forests and Finance per Mei 2023, bank-bank Indonesia seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA), dan Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi pemberi pinjaman terbesar kepada para Taipan selama periode 2017 hingga September 2022,” catat pihak TuK Indonesia.

Dominasi yang terus berlanjut ini akan semakin memperparah ketimpangan ekonomi di Indonesia dan menciptakan ruang eksploitasi bagi manusia dan alam yang semakin ekstrim. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang mendukung rakyat kecil.

BACA JUGA: Forum Pemuda Sawit Indonesia Bersama BPDPKS Gelar Coaching Clinic Bagi Pengembangan  Sawit Berkelanjutan

“Temuan dari laporan ini  menegaskan  pentingnya  langkah-langkah  untuk  mengatasi  dominasi Taipan dalam sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia dan memastikan pembiayaan dari   institusi   keuangan   sesuai   dengan   rencana   keuangan   berkelanjutan   yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tandas pihak Tuk Indonesia. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com