InfoSAWIT, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 diperkirakan menyebabkan penurunan produksi CPO. Tahun 2021 terjadi penurunan sebesar 1,36 persen dibanding tahun 2020 menjadi 45,12 juta ton.
Merujuk data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2022, produksi CPO mengalami peningkatan menjadi 46,82 juta ton atau naik 3,77% dibanding tahun 2021. Dimana produksi minyak sawit (CPO) tertiggi tahun 2022 berasal dari Provinsi Riau dengan produksi sebesar 8,74 juta ton atau sekitar 18,67 persen dari total produksi CPO Indonesia.
Produksi tertinggi selanjutnya berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah dengan produksi mencapai 8,36 juta ton atau 17,86 persen. Lantas disusul Kalimantan Barat dengan produksi sekitar 10,97% dari produksi CPO total, dan Sumatera Utara 10,79% dari poduksi CPO nasional.
BACA JUGA:
Masih dikutip InfoSAWIT dari BPS, berdasarkan status pengusahaannya, pada tahun 2021 sebesar 60,64 persen dari produksi minyak sawit (CPO) atau 27,36 juta ton minyak sawit (CPO) berasal dari perkebunan besar swasta, sebesar 34,36 persen atau 15,50 juta ton dari perkebunan rakyat dan sisanya 5,00 persen atau 2,26 juta ton berasal dari perkebunan besar negara.
Meskipun total produksi pada tahun 2022 diperkirakan mengalami peningkatan, struktur produksi menurut status pengusahaan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni didominasi oleh produksi perkebunan swasta dengan perkiraan sebesar 28,21 juta ton CPO (60,26 persen); diikuti perkebunan rakyat dengan total produksi 16,31 juta ton (34,84 persen); serta sisanya sebesar 2,30 juta ton (5 persen) diproduksi oleh perkebunan besar negara. (T2)
