“BPDP mendorong tumbuhnya UKMK sawit yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga inovatif dalam memanfaatkan turunan dan limbah kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah, ramah lingkungan, dan berdaya saing,” katanya.
Katalog edisi kedua ini melanjutkan publikasi serupa yang dirilis pada 2023, dengan mencatat peningkatan signifikan jumlah pelaku UKMK sawit binaan pada tahun 2024 dan 2025. Katalog ini menjadi alat promosi sekaligus peta potensi produk sawit yang tersebar di berbagai daerah.
Di luar booth pameran, IFBC 2025 Balikpapan juga menghadirkan sejumlah seminar bisnis dan diskusi interaktif. Topik-topik yang dibahas meliputi strategi investasi di sektor food and beverage (F&B), peluang usaha bagi para pensiunan, hingga pengembangan semangat kewirausahaan generasi muda di era digital.
Head of Public Relations Asosiasi Franchise Indonesia, Ferdy Ferdianto, mengatakan bahwa IFBC bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga wadah edukatif dan kolaboratif.
“IFBC bukan hanya ajang promosi bisnis, tetapi juga menjadi ruang edukatif dan kolaboratif untuk memperkuat jejaring usaha,” jelas Ferdy.
Melalui partisipasi di IFBC 2025, BPDP tidak hanya memperkenalkan produk hasil pendampingan, tapi juga memperlihatkan potensi besar sektor UKMK sawit dalam ekosistem industri nasional. Dukungan terhadap UKMK sawit diyakini akan memperkuat peran petani dan pelaku usaha kecil dalam rantai nilai kelapa sawit yang berkelanjutan dan inklusif. (T2)
