Papua bukan sekadar wilayah di timur yang menunggu dikembangkan. Ia adalah cermin—apakah Indonesia mampu berdamai dengan alamnya sendiri.
Jika pembangunan berbasis komoditas, termasuk sawit, mampu dikelola dengan prinsip keberlanjutan yang utuh—ekonomi, sosial, dan ekologis—maka Papua tidak lagi menjadi simbol kutukan kelimpahan. Ia justru bisa menjadi bukti bahwa kekayaan alam, jika dikelola dengan bijak, dapat menjadi jalan menuju kemakmuran yang tidak saling meniadakan. (*)
Penulis: Edi Suhardi – Analis Minyak Sawit Berkelanjutan
Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis serta tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.
