InfoSAWIT, JAKARTA – Melonjaknya harga minyak goreng sawit yang terjadi justru menimbulkan baragam pertanyaan dari beragam kalangan, apalagi Indonesia adalah produsen utama minyak sawit di dunia.
Bahkan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria merasa prihatin dengan kondisi Indonesia yang memiliki kebun kelapa sawit terbesar di dunia yang disusul Malaysia tapi harga minyak goreng sawitnya justru mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Kata Riza, Indonesia ini termasuk negara yang memiliki kebun sawit terbesar di dunia disusul Malaysia tapi kebutuhan minyak goreng sawit belum dapat terpenuhi secara baik.
BACA JUGA : KGSI Lakukan Pengembangan Bibit Sawit Anti Ganoderma
Lebih lanjut, Ahmad Riza Patria menyebutkan ketersediaan minyak goreng di Jakarta saat ini sudah aman. Ia juga berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengeluarkan kebijakan satu harga minyak goreng di harga Rp14.000/ liter.
Sebab itu, Ia akan mengevaluasi tempat-tempat di Jakarta yang masih belum menerapkan harga minyak goreng satu pintu. “Kami terus nanti berkoordinasi dan terus diupayakan dilakukan operasi pasar di beberapa tempat, tidak hanya memastikan ketersediannya tapi juga harganya,” katasnya seperti dilansir Pikiran Rakyat.Ahmad Riza Patria menyebutkan minyak goreng di daerahnya dipastikan mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, yakni dijual di harga Rp 14.000. “Kami pastikan ketersediaan dengan harga yang sudah disepakati Rp 14 ribu,” tandas dia. (T2)
