LAMPUNG TENGAH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI H. Hanan A. Rozak, M.S menyampaikan bahwa untuk melakukan percepatan produktivitas dari kelapa sawit, para petani harus mulai bekerja bersama atau berkelompok.
Langkah ini perlu diakukan lantaran dalam beberapa kasus, hama atau penyakit tidak mengenal batasan dalam menyerang lahan kelapa sawit. Maka itu guna mengefisiensikan proses produksi perkebunan kelapa sawit, sangat menyarankan kepada para petani untuk mulai membentuk kelompok atau kontak tani.
Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Provnsi Lampung yang diwakilkan Elya Rusmaini, kegiatan ini dianggap penting guna memahami hilirisasi. Namun Ia juga menekankan bahwa untuk mengiringi penyelesaian persoalan dari hilirisasi, harus diimbangin dengan peningkatan jumlah produksi.
“Rata-rata produksi Provinsi Lampung masih rendah, yakni sekitar 22 ton TBS per ha/tahun. Sedangkan seyogyanya bisa sampai dengan 35 ton TBS per ha/tahun, pemilihan benih yang baik merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit.” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.
Ketua Bidang Lingkungan Jaringan Indonesia Muda, Deny Perdana Aji menyampaikan, kegiatan ini penting bagi para petani sawit di daerah Lampung Tengah, khususnya untuk memahami hilirisasi dari pemanfaatan produk dari kelapa sawit guna mampu memaksimalkan segala bentuk hasil pengolahan dari sawit.
Kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) dan Expo Sawit diselenggarakan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Jaringan Indonesia Muda (JIM), berlokasi di Hotel BBC Hotel Lampung, pada Sabtu (22/10/2022). (T2)
