PETALING JAYA – Persediaan minyak sawit Malaysia diperkirakan mencapai 1,86 juta ton pada akhir Juni 2023, atau naik sekitar 10,5% lebih tinggi dari bulan sebelumnya, dan mempertahankan di level tertinggi selama empat bulan terakhir dikala kegiatan ekspor yang masih tercatat lesu, catat survey yang dilakaukan Reuters,
Dari informasi 10 pedagang dan analis yang disurvei oleh Reuters menyatakan, persediaan minyak sawit Malaysia 12% lebih tinggi dibandingkan stok pada 2022 yang hanya mencapai 1,65 juta ton pada periode yang sama
Sementara produksi diperkirakan turun 0,8% menjadi 1,51 juta ton, dengan meningkatnya kekhawatiran atas dampak cuaca panas dan kering akibat El Nino selama beberapa bulan mendatang.
BACA JUGA: DirjenBun: Tata Kelola Industri Kelapa Sawit Masih Perlu Diperbaiki
Namun demikian diungkapkan Direktur Pelaksana TransGraph Consulting, Nagaraj Meda, produksi minyak sawit di Malaysia bisa meningkat dalam beberapa bulan ke depan karena perkebunan sedang menuju musim panen puncak pada September.
Ekspor di bulan Juni kemungkinan akan tetap sedikit berubah untuk minggu kedua, dengan ekspektasi terdapat kenaikan 0,7% menjadi 1,09 juta ton. (T2)
