InfoSAWIT, PONTIANAK – Dalam konferensi internasional terkini, perhatian utamanya tertuju pada konsep revolusioner model terpadu integrasi sawit-sapi, menekankan pertumbuhan dan keberlanjutan dari sistem inovatif yang menggabungkan perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi.
Teknologi baru yang dikenal sebagai scalling turning akan menjadi topik utama, membahas secara menyeluruh berbagai peluang dan tantangan dalam implementasi sistem terpadu untuk dua sektor ini yang sangat penting.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Universitas Tanjung Pura, R. M. Rustamaji, yang membacakan kata sambutan mewakili Rektor Universitas Tanjungpura dalam konferensi tersebut, menyatakan bahwa tujuan utama konferensi ini adalah untuk mendorong kerjasama dan investasi yang lebih luas guna memajukan pengembangan inisiatif model terpadu sawit-sapi.
BACA JUGA: Pasokan Daging Sapi di Kalbar Baru Penuhi 30 Persen, Integrasi Sawit-Sapi Diyakini Jadi Solusi
“Patut dicatat bahwa upaya ini telah menarik perhatian global, dengan negara-negara peserta berkumpul untuk berbagi wawasan dan strategi untuk masa depan,” kata Rustamaji pada acara Welcome Dinner Acara 2nd ICOP Conference 2024, dihadiri oleh InfoSAWIT pada Minggu (28/1/2024).
Inisiatif model terpadu sawit-sapi diharapkan dapat melibatkan upaya kolaboratif untuk mencapai sistem yang lebih baik. Keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan menjadi aspek penting yang ditekankan dalam konferensi ini.
Rustamaji menjelaskan bahwa sistem ini bertujuan untuk mengurangi jejak karbon dan mendorong praktik ramah lingkungan, sejalan dengan upaya global untuk melawan perubahan iklim. Integrasi peternakan sapi dan perkebunan kelapa sawit mengambil inspirasi dari alam, di mana hubungan simbiotik menciptakan harmoni.
BACA JUGA: ICOP Ke 2: Integrasi Sapi-Kelapa Sawit Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Konferensi ini, seperti yang dicatat Rustamaji, akan memberikan sorotan pada peristiwa unik di mana alam semesta dan dunia mengakui pentingnya pendekatan terpadu. Dengan menekankan peran tidak terlihat namun berdampak dari inisiatif modal terpadu antara sawit-sapi.
Menurut Rustamaji, inisiatif modal terpadu sawit-sapi menunjukkan kekuatan persatuan, inovasi, dan kolaborasi dalam skala global. “Konferensi ini berfungsi sebagai platform untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang telah berkontribusi waktu, keahlian, dan dedikasi mereka untuk usaha visioner ini. Masa depan membawa janji besar bagi sistem modal terpadu sawit-sapi, dan diharapkan membawa dampak positif bagi bangsa-bangsa dan komunitas di seluruh dunia,” pungkasnya. (T2)
