InfoSAWIT, TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, menyoroti keadaan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayahnya yang belum mengantongi Hak Guna Usaha (HGU). Dalam keterangannya pada Kamis (21/3), Syarwani menyebutkan bahwa dari 21 izin perkebunan kelapa sawit yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan, hanya 7 di antaranya yang telah memiliki Pabrik Pengolahan Sawit (PKS).
Meskipun sudah memiliki izin, produksi yang dihasilkan saat ini baru sebatas Crude Palm Oil (CPO). Syarwani menekankan pentingnya legalisasi yang jelas bagi perusahaan kelapa sawit di Bulungan. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya peningkatan pengelolaan hasil perkebunan untuk menciptakan produk turunan lainnya, termasuk minyak goreng, agar manfaatnya dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.
“Legalitas yang jelas merupakan kewajiban bagi siapa pun yang membangun perkebunan di Bulungan. Saya minta semua perusahaan perkebunan sawit meningkatkan kompetensinya dalam pengolahan CPO,” ujarnya seperti dikutip InfoSAWIT dari Radar Kaltara ditulis Minggu (24/3/2024).
BACA JUGA: Koperasi Berkat Bunga Damai Cotgirek Aceh Utara Petakan 1.550 ha Lahan Petani Sawit Swadaya
Dari 21 izin kebun yang dikeluarkan, hanya 7 yang memiliki pabrik kelapa sawit. Oleh karena itu, Pemda Bulungan mendorong agar semua perusahaan memiliki PKS. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar perkebunan dan menggerakkan roda perekonomian di daerah tersebut.
“Saya berharap perusahaan yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah juga dapat mendukung 15 program prioritas Bulungan dengan konsep pentahelix,” tambahnya.
Syarwani juga menegaskan bahwa kedepan, produksi tidak boleh hanya sebatas pada CPO, melainkan juga harus mencakup produk turunan, bahkan minyak goreng. Hal ini dilandaskan pada pengalaman kelangkaan minyak goreng yang pernah terjadi di daerah tersebut.
BACA JUGA: Layaknya di Sawit, Wilmar Padi pun Perkuat Kemitraan Dengan Petani
Dalam upaya meningkatkan kualitas hasil produksi, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Bulungan juga diminta untuk berinovasi dan terus belajar untuk meningkatkan kompetensinya dalam bidang pengolahan CPO. Pemda Bulungan berkomitmen untuk melaksanakan pelatihan dan pendidikan terkait pengelolaan hasil perkebunan bagi masyarakat setempat serta mengoptimalkan potensi daerah yang ada. (T2)
