InfoSAWIT, PALANGKARAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalimantan Tengah menggelar kuliah umum pada Kamis (27/6/2024) di Fakultas Pertanian. Acara ini membahas prospek dan tantangan kebun kelapa sawit sebagai sumber daya unggulan yang berkelanjutan.
Pengurus Pusat GAPKI, diwakili Ketua Bidang Advokasi & Hukum Muchtar Tanong, menyatakan bahwa kuliah umum kampus ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk menyosialisasikan hal-hal positif terkait kelapa sawit. Menurutnya, banyak berita negatif yang tidak benar tentang perkebunan kelapa sawit yang perlu diluruskan.
“Dengan lahan di Kalteng yang begitu luas, sangat disayangkan apabila pengembangan kelapa sawit terhenti hanya karena kampanye negatif,” katanya dilansir InfoSAWIT dari Kantor Berita Radio Nasional RRI, ditulis Jumat (28/6/2024).
BACA JUGA: Kerjasama PT PMP dan PPM dengan BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Layanan Kesehatan Pekerja
Sementara, Dekan Fakultas Pertanian UPR, Wilson, menambahkan bahwa kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang perkebunan kelapa sawit, yang selama ini mendominasi perekonomian di Kalimantan Tengah. Ia juga berharap agar GAPKI dapat menjajaki kerja sama dengan UPR.
“Selain memberikan pengetahuan kepada mahasiswa kami terkait tentang perkebunan kelapa sawit, diharapkan ke depannya perusahaan perkebunan atau GAPKI bisa menjajaki kerja sama dengan Universitas Palangka Raya,” ujarnya.
Sekretaris Eksekutif Gapki Cabang Kalteng, Rawing Rambang, menambahkan bahwa program ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami tentang kelapa sawit. GAPKI ingin bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membantu menyosialisasikan hal-hal baik tentang kelapa sawit.
BACA JUGA: KEK Sei Mangkei Tawarkan Peluang Investasi Sektor Sawit dan Karet
“Jangan sampai terjadi kesalahpahaman terkait kelapa sawit ini. Kita mendengar kampanye-kampanye hitam di luar, tapi kita memahami bahwa sawit memang berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional,” ucapnya. (T2)
