InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia tercatat naik hari Kamis, (8/12/2022), menjadi penutup bagi kerugian sebelumnya. Kenakan harga minyak sawit terdampak dari menguatnya harga minyak kedelai dan melemahnya mata uang ringgit.
Dilansir Reuters, kontrak acuan minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Februari 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,86% menjadi RM 4.003 (US$ 909,77) per ton pada awal perdagangan. Padahal sehari sebelumnya harga menurun 3%.
Tercatat kontrak soyoil teraktif Dalian DBYv1 bertambah 0,47%, sedangkan kontrak minyak sawit DCPv1 turun 1,30%. Harga Soyoil di Chicago Board of Trade BOc2 naik 0,61%.
BACA JUGA: Harga CPO Bisa Terdampak, Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia Masuk Produksi Puncak
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait, lantaran mereka bersaing untuk memperoleh bagian di pasar minyak nabati global.
Hari ini (8/12/2022) mata uang Ringgit Malaysia MYR= melemah terhadap dolar AS untuk tiga hari berturut turut setelah awal pekan ini mencapai level terbaiknya sejak awal Mei.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Riau Periode 7-13 Desember 2022 Naik Rp 43,5/Kg, Cek Harganya..
Sementara Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak kelapa sawit mungkin naik ke kisaran RM 4.132-4.196 per ton, lantaran berhasil melayang di atas garis tren naik. (T2)
