InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Dalam sebuah survei yang dilakukan Reuters terhadap enam pedagang dan analis, pada Senin (5/12/2022) menunjukkan persediaan minyak sawit mentah Malaysia (CPO) pada akhir November 2022 tercatat menyusut sedikit dari Oktober, dimana stok diperkirakan turun 0,47% dari bulan sebelumnya menjadi 2,39 juta ton.
Sementara produksi diperkirakan turun 5% dari Oktober menjadi 1,72 juta ton. Lantas diperkirakan ekspor terdapat kenaikan sekitar 3% menjadi 1,55 juta ton, untuk impor juga diperkirakan akan naik 16,8%.
Dilansir Reuters, adanya permintaan yang kuat untuk minyak sawit didukung oleh diskon harga yang melebar terhadap minyak nabati lainnya termasuk minyak kedelai. Lantas mata uang Ringgit diperkirakan akan meningkat dengan adanya pemerintahan baru di Malaysia.
Sementara itu informasi stok minyak sawit mentah Malaysia baru akan dirilis Dewan Minyak Sawit Malaysia pada 13 Desember mendatang. (T2)
