InfoSAWIT, KUTA – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terpilih periode 2023-2028, Eddy Martono mengungkapkan, percepatan realisasi peremajaan sawit rakyat (PSR) akan menjadi prioritas. Untuk mewujudkan hal tersebut, GAPKI akan menperkuat kerjasama dengan pemerintah dan petani kelapa sawit .
“Sesuai dengan amanah Wapres saat pembukaan Munas GAPKI pekan lalu, pelaku usaha sawit harus memperkuat kemitraan dengan petani,” kata Eddy Martono kepada awak media yang dihadiri InfoSAWIT, di Kuta Bali.
Lebih lanjut tutur GAPKI, di Papua juga telah dilaksanakan PSR. Target PSR di Papua tahun 2020-2022 adalah 6 ribu hektar, namun pencapaiannya belum sesuai rencana. “Kami harapkan setelah pencapaian pada tahun ini akan lebih baik,” kata Eddy.
BACA JUGA: Produksi Minyak Sawit Indonesia-Malaysia Bisa Tembus 68,72 Juta Ton di 2023
Eddy menegaskan bahwa saat ini tren produktivitas perkebunan sawit sedang mengalami penurunan yang disebabkan banyak faktor. Namun Eddy yakin bahwa perhatian terhadap intensifikasi dan PSR menjadi kunci dalam pengembangan industri sawit di masa depan.
“Peremajaan sawit rakyat dapat menjadi kunci dalam mengembangkan industri sawit kedepan, tentu didukung dengan pendekatan yang baik seperti halnya kemitraan,” kata Eddy. (T2)
