Ia mencatat bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan menyumbang sekitar 25% Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Beltim, dengan kelapa sawit memberikan kontribusi terbesar, mencapai 90% dari sub sektor perkebunan.
Dengan luas tutupan lahan kelapa sawit mencapai 62.043 hektare atau sekitar 25% dari total wilayah Kabupaten Beltim, sektor ini juga menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Asmawa berharap dokumen RAD yang disusun mampu menjadi panduan komprehensif dalam meningkatkan kualitas perkebunan sawit di Beltim. “Diperlukan koordinasi dan sinergi antar instansi untuk melaksanakan RAD ini, yang perlu diperkuat melalui Keputusan Bupati,” tutupnya. (T2)
