InfoSAWIT, JAKARTA – Setiap tahunnya, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menjalankan Program Grant Riset Sawit (GRS). Sebelum Call for Proposal digelar, BPDPKS lebih dulu menyusun riset-riset yang menjadi prioritas sebelum diumumkan.
Menurut Kepala Divisi Program Pelayanan, Direktorat Penyaluran Dana BPDPKS, Arfie Thahar, penyusunan riset prioritas ini dilakukan berdasarkan Roadmap Riset Kelapa Sawit 2016-2030 yang telah disusun sebelumnya.
“Roadmap Riset Kelapa Sawit ini akan selalu diupdate, disesuaikan dengan hal-hal yang telah dicapai serta mengikuti tantangan dan hambatan pengelolaan kelapa sawit yang terus berkembang,” tutur Arfie dalam siaran pers, yang diperoleh InfoSAWIT, Senin (10/4/2023).
BACA JUGA: Grant Riset Sawit Hasilkan Sejumlah Penelitian Hingga Tahap Komersial
Arfie kemudian merunut, tahun lalu ada 46 usulan penelitian yang didanai oleh BPDPKS. Usulan itu berasal dari 18 Lembaga Penelitian dan Pengembangan; Universitas Syah Kuala, Pusat Penelitan Kelapa Sawit, Universitas Jambi, Universitas Lampung, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Univesitas Indonesia, Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Institut Teknologi Indonesia, IPB University, Insitut Teknologi Bandung, Universitas Langlangbuana, Universitas Gadjah Mada, AKPY-STIPER, Institut Tekonologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universiatas Tadulako.
Topik-topik penelitian yang didanai berorientasi pada peningkatan nilai tambah, peningkatan produktivitas, pengembangan pasar, dan pendapatan petani, antara lain pengembangan material baru berbasis sawit dan biomassanya dengan menghasilkan nilai tambah tinggi, seperti ekstraksi furfural, bioavtur, carbon black, biolubricants, dan oleochemical lainnya.
Dari sisi hulu, dikembangkan juga dari bidang pemuliaan tanaman kelapa sawit untuk menghasilkan bibit unggul peningkat produktivitas serta tahan penyakit Ganoderma dan pengembangan produk pangan dan pakan bernutrisi tinggi berbasis kelapa sawit.
BACA JUGA: Grant Riset Sawit 2023, BPDPKS Seleksi 779 Proposal Program
Selain itu, kajian sosial ekonomi juga dikembangkan melalui studi di lingkungan perkebunan, pekerja di industri kelapa sawit dan kajian sertifikasi mendukung kelanjutan dan penguatan industri sawit sebagai sebuah ekosistem yang lengkap dan terhubung satu dengan lainnya.
“Di samping itu, kajian-kajian kelembagaan petani dan keberlanjutan usaha kelapa sawit di tingkat petani dan aplikasi teknologi Petanian 4.0 juga telah didanai,” urai Arfie menjelaskan. (T2)
