Upaya percepatan PSR oleh BPDPKS adalah koordinasi dan kolaborasi dengan stakeholder yaitu Ditjenbun, dinas provinsi, dinas kabupaten yang menangani perkebunan dalam hal koordinasi dan sinkronisasi pendataan usulan peremajaan; melakukan FGD bersama Ditjenbun, GAPKI, BPKHTL, ATR BPN dengan tema percepatan pengajuan pengusulan PSR jalur kemitraan; melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis penginputan dokumen ke aplikasi PSR online; melakukan upaya percepatan kegiatan perjanjian kerjasama tiga pihak yaitu lembaga pekebun, bank mitra dan BPDPKS serta percepatan penyaluran dana PSR setelah rekomtek Ditjenbun diterima BPDPKS.
Susanto dari Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma menyatakan sampai 31 Mei 2023 , PSR untuk rekomtek 291.960 ha, transfer dana Rp7,49 triliun, tumbang chiping 221.415 ha (75%), tanam 205.456 ha (73%). Untuk memberikan pendapatan selama TBN maka ada program tumpang sari pada masa TBM 1 dan TBM 2.
Tantangan di lapangan adalah minat pekebun/ kearifan lokal di beberapa daerah ada yang menolak, tetapi ditempat lain petani melakukannya dengan biaya sendiri, ada semangka, jagung dan lain-lain. Kebiasaan petani tanaman tahunan juga berbeda dengan petani tanaman pangan/hortikultura yang setiap hari ke kebun merawat tanaman.
BACA JUGA: Permata Hijau Kuat Komitmen Hijau, Namun Kesandung Kasus Dugaan Korupsi Migor
“Penjaminan pasar juga harus ada, pengalaman di beberapa daerah menanam jagung tetapi terkendala pemasaran, sehingga menjadi masalah sendiri.Tantangan lain kesuburan tanah, kondisi fisiografis, iklim, terdegradasinya hara dari tanaman selanya, tanah yang digarap intensif akan memperbesar erosi,” katanya
Lantas, pendanaan tanaman sela Dirat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma sudah bekerjasama dengan Dirat Serealia, Ditjen Tanaman Pangan. “Apabila ada penerima dana PSR yang akan menanam jagung maka bisa masuk dalam program perluasan lahan dan didanai dengan APBN Diatr Seralia,” tandas Susanto. (T2)
